oleh

YASABAS TTS Mulai Lakukan Penyelamatan Aset.

-Berita-273 Dilihat

Ket Foto. Nampak suasana ekskusi putusan pengadilan terhadap salah satu aset YASABAS.

Laporan Reporter SUARA TTS

SUARA TTS . COM | SOE – Yayasan Arastamar Bagi Bapa Sorgawi (YASABAS) TTS  mulai melakukan penyelematan seluruh aset lembaga.

Satu objek yang pertama diamankan berupa tanah seluas 1.950 M persegi yang berlokasi di RT.010/RW.003 Kelurahan Nonohonis Kecamatan Kota SoE.

Tanah tersebut sempat diperkarakan oleh ESTERIN MARSALINA LONA-PELLO Cs hingga Pengadilan Tinggi. Namun dalam putusannya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Tinggi tetap memenangkan YASABAS.

Pihak Yayasan pun sudah mendaftarkan permohonan eksekusi Putusan Pengadilan Negeri SoE No.51/Pdt.G/2020/PN.SoE tanggal 1 Juli 2021 Jo. Putusan Pengadilan Tinggi Kupang No.161/PDT/2021/PT.KPG tanggal 4 November 2021 melawan ESTERIN MARSALINA LONA-PELLO Cs.

Ketua Yayasan Setia Arastamar Bagi Bapa Sorgawi Cabang TTS, Margaretha D.I Ottu M.Pdk kepada Suara TTS.com Senin 13 Desember 2021 menyampaikan terimakasih kepada semua pihak dan kuasa hukum Semuel Manafe,SH yang terus mendampingi dan turut mendukung hingga YASABAS berhasil menyelamatkan salah satu aset berupa tanah seluas 1.950 M persegi berlokasi di RT.010/RW.003 Kelurahan Nonohonis Kecamatan Kota SoE.

Dijelaskan, tanah tersebut telah dibeli lunas oleh Yayasan Bina Setia Indonesia (YBSI) TTS pada tahun 2008. Pada tahun 2014 terjadi proses likuidasi YBSI menjadi YASABAS sehingga aset yang diselamatkan adalah milik YASABAS .

Baca juga : Guru pemerkosa 15 santriwati hanya dituntut 5 tahun

” Kita sudah lalui tahapan demi tahapan selama kurang lebih 2 tahun dalam proses perdata hingga berakhir dengan putusan Pengadilan yang berkekuatan telah hukum tetap”, ujar Inche.

Kini YASABAS memulai langkah menyelamatkan aset-aset lainnya yang berlokasi di Neonmat desa Nulle, Kecamatan Amanuban Barat.

Aset-aset di Neonmat berupa tanah dan bangunan Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Arastamar SoE dan gedung Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar SoE (STAKAS) serta bangunan lainnya yang adalah milik YASABAS TTS.

Sejumlah bangunan tersebut dibangun sejak tahun 2011 dengan sumber dana dari YASABAS dan ada juga bangunan lainnya yang sumber dananya dari Pemerintah.

Oleh karena itu, YASABAS TTS akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan aset-aset tersebut yang telah dialihkan kepemilikannya oleh oknum yang menganggap dirinya sebagai pemilik pribadi atas aset-aset tersebut.

Untuk diketahui terjadi konflik antara pihak YASABAS dan mantan Kepala Sekolah SMTK Arastamar, Potifar Pinis sejak dua tahun lalu

Potifar sendiri diketahui telah dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah pada 27 Agustus 2021 lalu pasca 15 tahun memimpin sekolah tersebut.

Dimana, Potifar disebut memprovokasi para guru untuk melawan pihak Ya Sabas. Tak hanya itu, Potifar juga membawa yayasan baru yaitu Yayasan Kasih Setia Indonesia (YKSI).

Potifar bahkan berani mengganti papan nama sekolah, dimana SMTK Arastamar sudah bernaung dibawah YKSI bukan lagi YASABAS.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.