oleh

Warga Desa Oeekam Keluhkan Banyak Penerima BLT Dobel dan Pungli Oknum Kadus

-Berita-524 Dilihat

Ket Foto.Nampak sejumlah warga didampingi ketua BPD, Yoni Yermias Suat 

Laporan Reporter SUARA TTS .COM ,Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – Tiga orang warga Desa Oeekam, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten TTS mengeluh karena tidak memperoleh bantuan apapun sedangkan banyak terdapat pendobelan penerima bantuan di desa Oeekam.

Ketiga orang tersebut yaitu Yakob Mauboi , Dominggus Baunsele dan Semuel Mauboi. Ketiganya mengaku selama ini tidak pernah mendapat bantuan apapun padahal nama mereka sudah didata oleh RT.

“Saya sudah tua pak tapi belum pernah dapat bantuan dari pemerintah sedangkan banyak warga dapat bantuan dobel”,keluh Yakob Mauboi kepada SUARA TTS.COM,Jumat 15 Juli 2022.

Sementara itu warga lainnya Yovi Tameo mengeluhkan tindakan oknum kepala dusun 2 atas nama Melkior Suat yang sering melakukan pungutan liar (pungli). Melkior sering memungut biaya dari masyarakat calon penerima bantuan apapun.

“kami didata oleh kepala dusun 2 Melkior suat, dia pungut per KK katanya uang administrasi “,ujar Yovi

Dijelaskan, pungutan berkisar 20-25 ribu per KK sedangkan warga lainnya dimintai sopi. Hal ini dilakukan sang Kadus setiap kali mendata masyarakat untuk segala macam bantuan. Tak hanya Yovi, warga lainnya juga mengeluhkan tindakan sang Kadus sering melakukan pungli.

Sementara itu Ketua RT 4, Desa Oeekam,Yorimen Selan kepada SUARA TTS.COM mengatakan dirinya diminta mendata warganya yang belum tersentuh bantuan.

Setelah dirinya mendata terdapat 7 KK yang layak dapat bantuan. Dirinya lantas mengusulkan nama nama tersebut namun hanya 3 KK yang diakomodir. Pada rapat berikutnya ia kembali mengusulkan 4 KK namun kali ini hanya 1 KK yang diakomodir sedangkan 3 KK tidak dan hingga kini tidak tersentuh bantuan apapun.

“Saya sudah data dan usulkan kepada pemerintah desa tetapi hanya 4 KK yang dapat sedangkan 3 KK belum sampai sekarang padahal banyak warga yang dapat dobel,saya rasa kecewa karna mereka bilang kerja sesuai aturan, ternyata prakteknya lain”, ujar Selan.

Ketua BPD Oeekam, Yoni Yermias Suat mengungkapkan jika penerima bantuan  tumpang tindih.

Sesuai data yang ada padanya, sekitar 60an KK yang dapat bantuan dobel. Ia mencontohkan Martinus isu,Ketua RT 03 dapat bantuan PKH sedangkan istrinya Jeli Sopaba juga memperoleh bantuan PKH dan BLT.

“Sangat disayangkan ada warga yang layak dapat bantuan tapi tidak diakomodir sementara banyak warga yang dapat dobel. Saya punya data”,tegasnya.

Sebagai ketua BPD, dirinya sudah pertanyakan hal ini namun oleh Bendahara desa Oeekam Epy Tenis mengatakan bahwa semua atas perintah Dinas PMD.

“Saya sudah sampaikan soal pendobelan tapi bendahara bilang Dinas PMD yang suruh, ini ada bukti wa,saya sudah screenshot “,ujar Yoni Yermias Suat.(ES).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.