oleh

Wakil Ketua DPRD TTS Himbau Supir Tak Naikan Tarif Sepihak

-Berita-185 Dilihat

Ket. Foto:Wakil Ketua DPRD TTS, Religius Usfunan

 

Laporan Reporter SUARA TTS.Com

 

SUARA TTS. COM | SOE – Wakil Ketua DPRD TTS, Religius Usfunan menghimbau kepada para pengusaha angkutan kota dan supir untuk tidak menaikkan tarif secara sepihak. Pasalnya hingga saat ini belum ada perubahan terhadap penetapan tarif dasar angkutan oleh pemerintah daerah.
” Apa yang menjadi aspirasi dari para pengusaha jasa angkutan dan supir terkait kenaikan tarif angkutan masih kita perjuangkan. Kita berharap para pengusaha dan supir bisa bersabar dan tidak menaikan tarif secara sepihak,” imbau pria yang akrab disapa Egi ini.
Untuk diketahui, hari ini, DPRD TTS kembali menggelar rapat bersama dengan Dinas Perhubungan, Satpol PP dan pengusaha angkutan terkait aspirasi para pengusaha angkutan agar tarif bisa dinaikan di angka 3 ribu untuk pelajar dan 5 ribu untuk umum. Dalam rapat tersebut juga dibahas terkait penyediaan nosen khusus untuk kendaraan berplat kuning di SPBU-SPBU.
Ada tiga point yang menjadi kesimpulan dalam rapat yang berlangsung di ruang Banggar tersebut. Pertama, usulan kenaikan tarif anak sekolah 3 ribu dan 5 ribu untuk umum belum bisa dilaksanakan karena masih menunggu perubahan terhadap peraturan Gubernur Nomor 101 Tahun 2019. Kedua, Dinas Perhubungan Kabupaten TTS perlu membenahi pengaturan parkir kendaraan, tinjau kembali ijin trayek angkot dan angkutan barang serta orang. Ketiga, Pihak SPBU diminta untuk memprioritaskan pengisian BBM bagi kendaraan umum daripada kendaraan tap BBM.
” Minggu depan akan ada lagi pertemuan dengan pemilik SPBU,pihak Polres TTS, Kodim 1621, Dinas Perhubungan, Dinas Perindagkop, Penanaman Modal dan Perijinan, Setda bagian ekonomi guna menindaklanjuti soal kewajiban SPBU dalam menyiapkan nosel pertalite khusus/subsidi dan nosel khusus pertalite non subsidi,” terang Egi saat dikonfirmasi SUARA TTS.COM, Rabu 27 Oktober 2021.
Diberitakan sebelumnya, Supir bemo kota Soe, Senin 25 Oktober 2021 melakukan aksi demo ke Dinas Perhubungan Kabupaten TTS. Para supir bemo menuntut kenaikan tarif dasar angkutan menyusul hilangnya premium dari peredaran. Selain menuntut kenaikan tarif dasar, para supir juga menuntut pemerintah dan pihak kepolisian untuk menertibkan aktivitas tab BBM di SPBU.
” Saat ini premium sudah tidak ada lagi sehingga kita terpaksa menggunakan pertalite yang harganya lebih mahal dari premium. Hal ini sangat mempengaruhi pemasukan kami,” ungkap Erik Otu, ketua koordinator angkutan kota.(DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.