oleh

Waduh, Pemda dan DPRD TTS Dikecam Sejumlah Pihak, Jangan Saling Lempar Ya.

-Berita, Politik-867 Dilihat

Ket Foto:Ketua Araksi, Alfred Baun dan Ketua Pospera Kabupaten TTS, Yerem Fallo.

Laporan Reporter SUARA TTS.COM 

SUARA TTS .COM | SOE – Sejumlah pihak mengecam Pemda dan DPRD TTS yang tidak menepati janji (ingkar janji) terkait pekerjaan jalan Bonleu.

Padahal sebelumnya, Pemda TTS yang diwakili Bupati dan pimpinan DPRD TTS sudah membuat janji tertulis untuk mengerjakan jalan Bonleu pada perubahan anggaran di tahun 2021.

Namun karena alasan minimnya waktu dan cuaca yang sudah memasuki musim penghujan, pekerjaan tersebut urung dilakukan. Pemda dan DPRD TTS lalu kembali berjanji akan mengalokasikan anggaran pada APBD induk Tahun 2022 untuk mengerjakan jalan Bonleu.

Hal ini dilakukan guna meluluhkan hati warga Bonleu agar mau membuka kembali air Bonleu. Namun sayangnya, warga Bonleu kembali menerima “prank” dari dua lembaga terhormat tersebut.

” Kita sangat sedih dan mengecam sikap Pemda dan DPRD TTS yang tidak menepati janji kepada masyarakat Bonleu terkait pekerjaan jalan Bonleu. Padahal sebelumnya sudah ada pernyataan tertulis dari dua lembaga tersebut. Kita sangat sayangkan sikap dua lembaga yang sangat kita hormati ini,” ungkap Ketua ARAKSI Alfred Baun.

Kecaman tak hanya datang dari Ketua Araksi saja, Ketua Pospera Kabupaten TTS,Yerim Yoss Fallo juga mengecam sikap Pemda dan DPRD TTS yang tidak bisa menepati janji kepada masyarakat Bonleu.

” Kita sangat sayangkan dan mengecam sikap pemimpin di daerah ini yang tidak bisa menepati janjinya. Masyarakat Bonleu sudah muak dengan janji, janji dan janji dari pemerintah. Jadi stop tebar janji. Masyarakat Bonleu butuh kerja nyata,” tegas Yerim dengan nada tegas.

Dirinya meminta agar Pemda dan DPRD tidak perlu saling lempar tanggung jawab terkait tak adanya alokasi anggaran untuk pekerjaan jalan Bonleu di tahun ini. Ia meminta kedua lembaga untuk duduk bersama dan mencari solusi agar jalan Bonleu bisa dikerjakan di tahun ini.

” Masyarakat Bonleu itu juga masyarakat TTS. Uang APBD itu juga uang mereka, hak mereka, jadi tidak ada rugi kalau kerja jalan Bonleu. Kita minta Pemda dan DPRD TTS untuk duduk bersama cari solusi bukan saling lempar alasan,” pintanya.

Diberitakan sebelumnya, Jalan Bonleu, memang sungguh malang. bertahun-tahun hanya mendapat janji manis sebatas di ujung lidah untuk dikerjakan.

Namun hingga kini pekerjaan jalan tersebut urung dilaksanakan. Bahkan terbaru dalam dokumen APBD Tahun 2022, Item pekerjaan jalan Bonleu tak muncul.

Padahal sebelumnya, Bupati dan DPRD TTS telah bersepakat untuk mengalokasikan anggaran untuk pekerjaan jalan Bonleu di perubahan APBD Tahun 2021 namun dengan alasan waktu dan cuaca, lagi pekerjaan jalan Bonleu batal dilaksanakan. Pemda dan DPRD TTS kompak berjanji untuk melakukan pekerjaan jalan tersebut di Tahun 2022.

Namun janji tinggal janji, masyarakat Bonleu harus menelan pahitnya sebuah realita jika item pekerjaan jalan Bonleu lagi-lagi tak masuk dokumen APBD Tahun 2022.

Kepala Dinas PU Kabupaten TTS, Lens Liu mengatakan, item pekerjaan jalan Bonleu memang tak ada dalam dokumen APBD Tahun 2022. Bahkan dalam RKA ketika penyusunan dokumen RAPBD Tahun 2022 item pekerjaan jalan Bonleu sama sekali tak muncul.

Minimnya anggaran disebut Lens sebagai alasan mengapa item pekerjaan tersebut tak masuk dalam dokumen APBD Tahun 2022.(DK)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.