oleh

Waduh, Gadis Desa Di TTS Jajakan Diri, Dipatok 50 Ribu Sekali Kencan

-Berita, Hukrim-309 Dilihat

Ket Foto: Ilustrasi

Laporan Reporter SUARA TTS .Com

SUARA TTS .COM | SOE – Kabid PPA, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas P3A) Kabupaten TTS, Andy Kalumbang mengungkapkan fakta menarik terkait praktek prostitusi di Kabupaten TTS.

Berdasarkan temuan Dinas P3A, praktek prostitusi online sudah merambah hingga ke desa. Belum lama ini, pihaknya menemukan kasus praktek haram tersebut yang dijalankan oleh anak di bawah umur.

Dari hasil penelusuran pihaknya, praktek tersebut sudah berjalan kurang lebih setahun.
” Bulan September, kami menemukan adanya praktek prostitusi online di wilayah Kecamatan Fatumnasi. Mirisnya, pelaku bisnis haram ini merupakan anak-anak yang masih berusia 13 dan 14 tahun,” ungkap Andy dalam kegiatan Ngobrol santai tentang Kekerasan seksual yang digelar Yayasan SSP di aula SSP Soe, Jumat 3 Desember 2021.

Sekali kencan, anak-anak ini mematok harga Rp.50.000. Praktek haram ini akhirnya terbongkar setelah tetangga dan orang tua pelaku mengadukan praktek haram tersebut kepada Dinas P3A.
” Orang tua dan tetangga para pelaku yang mengadukan praktek haram tersebut kepada kami. Setelah kami cek di lapangan ternyata benar,” ujar Andy.

Direktur Yayasan SSP, Rambu Atanau Mella menyayangkan adanya praktek prostitusi online tersebut.

Ia menyebut, praktek haram tersebut terjadi tak lepas dari lemahnya pengawasan para orang tua.
” Kita sangat sayangkan jika ada anak yang terjerumus dalam praktek haram tersebut,” ujarnya. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.