oleh

Uksam Pertanyakan Pengadaan Mobil Baru Kadis PUPR Ditengah Gagalnya Pengadaan Mobil Pimpinan DPRD TTS

-Berita, Politik-1021 Dilihat

Ket Foto: Kepala Dinas PU, Marthelens Ch.Liu ((kiri) dan Ketua Komisi 1 DPRD TTS, DR Uksam Selan (kanan)

Laporan Reporter SUARA TTS. COM

SUARA TTS. COM | SOE – Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten TTS, Uksam Selan mempertanyakan pengadaan mobil dinas untuk Kepala Dinas PUPR Kabupaten TTS di tahun 2021 ditengah gagalnya pengadaan mobil untuk pimpinan DPRD TTS dengan alasan refokusing anggaran guna penanganan Covid-19.

Dirinya mempertanyakan urgensi dan sumber anggaran untuk pengadaan mobil dinas tersebut.
” Bagaimana anggaran untuk pengadaan mobil dinas pimpinan DPRD TTS dicoret karena refokusing tapi di sisi lain, Kadis PUPR dapat mobil dinas baru?. Padahal kita di Banggar tidak setuju dengan anggaran untuk pengadaan mobil tersebut. Tapi anehnya bisa muncul? Itu sumber anggarannya dari mana,” tanya Uksam.

Untuk diketahui, mobil pimpinan DPRD TTS sendiri sudah dipakai 9 tahun. Bahkan mobil ketua DPRD TTS saat ini dalam keadaan rusak sehingga tidak bisa dimanfaatkan. Kerusakan mobil ketua DPRD TTS sudah berlangsung sejak akhir Desember dan hingga kini belum bisa digunakan.

Berbeda dengan pimpinan DPRD TTS, Bupati, Wakil Bupati dan Sekda TTS sudah menggunakan mobil dinas terbaru hasil pengadaan tahun 2020 lalu.

” Mobil Ketua DPRD TTS ini sudah 2 bulan di bengkel karena rusak. Seharusnya pimpinan DPRD TTS ini mendapatkan perhatian lebih karena mereka ini representasi dari wajah lembaga ini,” ujarnya.

Dirinya meminta pihak penegak hukum masuk dan menyelidiki pengadaan mobil Dinas PU Kabupaten TTS tersebut.
” Kita berharap pihak penegak hukum bisa masuk dan menyelidiki pengadaan mobil ini,” pintanya.

Terpisah, Kepala Dinas PU Kabupaten TTS, Marthelens Ch. Liu mengatakan  anggaran pengadaan mobil dinas untuk kepala dinas PU tidak pernah dicoret.

Anggaran tersebut dibahas di Banggar dan masuk dokumen APBD Tahun 2021.
Dirinya mengaku, Dinas PU memang kekurangan mobil operasional sehingga dibutuhkan pengadaan mobil tersebut.
” Anggaran ada dalam dokumen APBD makanya bisa dibeli. Kita di Dinas PU ini memang kekurangan mobil operasional. Mobil dinas yang lama kita fungsikan sebagai mobil operasional. Mobil yang baru ini juga kalau staf butuh untuk operasional ke lapangan mereka juga gunakan,” terang Lens. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.