oleh

Uksam Benarkan Sempat Dimintai Bantuan Kapospol Neonmat

Uksam Benarkan  Sempat Dimintai Bantuan Kapospol Neonmat

 

Laporan Reporter SUARATTS. Com

 

Suara TTS | SOE – Ketua Komisi 1 DPRD TTS, Uksam Selan membenarkan jika dirinya sempat dimintai bantuan oleh Kapospol Neonmat, Aiptu Ketut Susiana untuk membantu merehab bangunan Pospol Neonmat.

Namun karena saat itu dirinya sementara sibuk mengurus disertasi doktor, dirinya belum sempat memberikan bantuan.

” Iya benar, saya pernah bertemu pak Ketut dan diminta bantuan. Saya bilang nanti saya kasih sesuai kemampuan saya. Tapi saya belum sempat bantu karena sibuk urus disertasi saat itu.

Rencananya saya mau bantu semen sedikit,” ungkap Uksam yang dikonfirmasi SUARA TTS. Com, Selasa 12 Oktober 2021.

Dirinya juga mendengar informasi jika permohonan bantuan juga disampaikan kepada beberapa kepala desa. Dirinya berharap tidak ada intimidasi dalam permohonan tersebut.

” Saya dengar beliu juga minta bantuan ke kepala desa. Saya hanya ingatkan agar jangan ada intimidasi. Jika desa mau bantu silakan, jika tidak ya sudah, jangan dipaksa,” ujarnya.

Dirinya berharap, permohonan bantuan tersebut tidak sampai memberatkan para kepala desa, apa lagi jika sampai membuat kepala desa pusing mempertanggungjawabkan uang yang diberikan.

” Bantu semampu dan sekilas kita. Jangan sampai memberatkan,” pintanya.

Diberitakan sebelumnya, Kapospol Neonmat Ketut Susiana meminta uang ke para kepala desa di wilayah kecamatan Amanuban Barat dan Kuatnana.

Dari total 16 desa, hanya 14 yang memberikan uang dengan jumlah bervariasi.Selain uang juga bahan 3d pintu.

Uang tersebut tersebut digunakan  membeli bahan bangunan untuk merehab gedung Pos pol.

Rencananya usai merehab bangunan dirinya akan meminta tambahan personel agar meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayahnya.

Namun sayangnya dua kepala desa yang ditemui suara TTS.com mengaku pusing karna harus mempertanggung jawabkan uang yang sudah diberikan kepada Kapospol.

Pjs desa Nulle,Hana Nenabu saat dikonfirmasi Senin 11 Oktober mengatakan pihaknya diminta uang oleh Kapospol melalui telepon dan hal itu dilakukan berulang ulang kali.

“Kami kasi uang sekitar bulan Juli lalu.katanya mau rehab kantor pos polisi.dia( Kapospol) minta dua juta namun kita kasih satu juta”,ujarnya kepada wartawan.

Dijelaskan, saat menelpon, Kapospol mengatakan semua desa sudah berikan uang. Dirinya bingung karna tidak tau harus ambil dari pos mana namun karna terus ditelpon akhirnya ia minta bendahara untuk memberikan uang sejumlah 1 juta.

Bendahara desa Wellem Selan yang mendampingi Pjs  mengaku saat ini dirinya  bingung untuk pertanggungjawaban.

“Saya bingung SPJ lewat pos mana. Terpaksa nanti  kita potong honor perangkat desa karna uang yang kasi dari dana desa”ujarnya

Selain desa Nulle, Kepala desa Tublopo Hendrik Selan saat dikonfirmasi mengaku sudah memberikan uang sebesar 2 juta kepada Kapospol.

Senada dengan apa yang dikatakan PJs desa Nulle,menurut Hendrik uang yang  diminta tersebut  untuk rehab gedung Pos pol sehinggasekarang dirinya bingung mau tutup dari pos mana.(DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.