oleh

Tukang Bangunan di Desa Lakat Banting Stir Jadi Petani Sayur.

-Berita, bisnis-467 Dilihat

Ket Foto.Nampak anggota kelompok tani RABUNI sedang menanam sayuran

Laporan Reporter SUARA TTS .COM

SUARA TTS.COM | SOE- Didjonur Nesimnasi,warga desa Lakat, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten TTS yang selama ini berprofesi sebagai   tukang bangunan  memutuskan banting stir jadi petani sayur akibat pendapatan yang mulai menurun.

Hal ini dibuktikan dengan membentuk Kelompok tani yang  diberi nama RABUNI, berlokasi di Desa Lakat, RT /RW 006/ 003, Dusun A dengan anggota berjumlah 20 orang.

Mengawali profesi barunya, Didjonur bersama anggotanya menanami lahan seluas 20 Are dengan berbagai macam tanaman sayuran.

Kepada SUARA TTS.COM, Sabtu 5 Maret 2022, Didjonur mengatakan selama ini dirinya adalah tukang batu dan kayu namun akhir akhir ini  pemasukannya menurun.

Oleh karna itu dirinya mengambil keputusan untuk menekuni dunia pertanian dengan membentuk kelompok tani.
“Saya ini dulunya tukang kayu dan batu,tapi penghasilan mulai menurun jadi saya banting stir jadi petani sayur.”ujarnya.

Dijelaskan, kelompok tani yang dibentuk bernama RABUNI yang telah  dikukuhkan pada tgl 23 desember 2021 di kecamatan Kuatnana oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTS.

Namun  karna dirinya belum punya pengalaman sehingga ia  minta bantuan pendampingan kelompok tani TUMBUH BERSAMA DESA NUSA.

“Saya belum banyak tau tentang ilmu atau cara tanam sayuran sehingga minta pendampingan dari kelompok lain”, tambahnya.

Untuk saat ini ujarnya, Kelompok Tani RABUNI sudah menanam berbagai jenis tanaman seperti sayur kol, sawi, kangkung,buncis. Adapun bibit diperoleh melalui  swadaya dari seluruh anggota kelompok.
Ia yakin dengan ketekunan, kelompok tani yang dibentuk akan maju dan sejahtera serta meningkatkan ekonomi keluarga seluruh anggota kelompok.

Sementara itu ketua Kelompok tani, “TUMBUH BERSAMA DESA NUSA”,Joni Nesimnasi mengaku ketika diminta bantuan pendampingan oleh kelompok RABUNI, dirinya sangat senang dan siap dengan tulus membimbing  dalam hal pertanian.

Dirinya ingin agar masyarakat desa lebih mencintai pertanian dengan mengolah setiap jengkal tanah demi kesejahteraan.

” Ketika saya diminta untuk membimbing mereka, saya dengan senang hati menyanggupi karna mereka mau untuk maju”, ujarnya.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.