oleh

Tuhan Ada di Setiap Musim Kehidupan.

-Berita, Opini-419 Dilihat

Ket Foto. Glory E A.P Manao Weo,S.Si Teol.

(Pengkhotbah 3: 1-15)

SUARA TTS .COM | SOE- Manusia hidup dalam ruang sejarah, ia berkarya didalam pentas zaman ke zaman, dari waktu ke waktu, kehidupan manusia tidak terlepas dari waktu, semua aktivitas manusia ada dalam rekaman perjalanan rentetan waktu.

Pengkhotbah menekankan dan mengingatkan bahwa segala sesuatu dibawah langit ini tidak terhindarkan dan ada dalam kendali dan Kontrol Ilahi.

Dalam Perjanjian Lama orang Ibrani tidak mempunyai kata khusus untuk waktu penanggalan, walaupun mereka mempunyai cara mengukur perjalanan waktu.

Tetapi mereka mempunyai beberapa kata untuk waktu dan musim dalam pengertian waktu yang ditentukan, waktu yang tepat, kesempatan untuk suatu kegiatan atau tindakan tertentu.

Kata yang paling biasa ialah ‘et (Pengkh. 3:1; yang diterjemahkan ada masanya); kata yang sama adalah zaman.

Pengkhotbah adalah salah satu Kitab dalam perjalanjian Lama yang digolongkan sebagai kitab sastra hikmat, bersama dengan Kitab Ayub, Mazmur Kidung Agung.

Dalam bahasa Ibrani Penghotbah = Qohelet yang berasal dari arti kata qahal (perkumpulan) artinya kumpulan banyak orang/jemaat.

Dalam Alkitab versi Yunani (Septuaginta LXX) Qohelet disebut Eklesiastes artinya pemimpin atau pembicara jemaat. Dalam versi bahasa Latin Vulgata kata Eklesiastes diterjemahkan menjadi Penghotbah.

Qohelet /Pengkhotbah muncul 7 kali dalam kitab ini (Pengkhotbah 1: 1,2,12; 7:27; 12: 8,9,10). Dalam Perjanjian Lama orang Ibrani tidak mempunyai kata khusus untuk waktu penanggalan, walaupun mereka mempunyai cara mengukur perjalanan waktu.

Tetapi mereka mempunyai beberapa kata untuk waktu dan musim dalam pengertian waktu yang ditentukan, waktu yang tepat, kesempatan untuk suatu kegiatan atau tindakan tertentu.

Kata yang paling biasa ialah ‘et (Pengkh. 3:1; yang diterjemahkan ada masanya); kata yang sama adalah zaman. Sang Pengkhotbah sendiri yang dimaksud adalah Raja Salomo. (Pengkhotbah 1:1) “ Inilah perkataan Pengkhotbah anak Daud, raja di Yerusalem.

Jelas disini bahwa anak Daud yang dimaksud adalah Salomo. Tema pokok dari Pengkhotbah ialah pencarian akan kunci pengertian makna hidup.

Pengkhotbah memeriksa hidup dari segala sudut untuk melihat dimana bisa didapati kepuasan hati.

Ia mendapati bahwa hanya Allah saja yang memegang kunci tersebut. Tema utama dari kitab ini tentang kesia-siaan segalal sesuatu. Pengkhotbah memulai dengan penjelasan tentang kehidupan ada dalam masa dan waktu.

Dalam teks ini tersurat 14 kata yang kontras/berlawanan/bertentangan  (lahir/meninggal, menanam/mencabut, membunuh/menyembuhkan, merombak/membangun/ menangis/tertawa, meratap/menari, membuang batu/mengumpulkan batu,memeluk/menahan diri, mencari/merugi, menyimpan/membunang, merobek/menjahit, berdiam diri/berbicara, mengasihi/membenci, perang/damai).

Semua ini dimaksudkan sebagai sebuah gambaran kehidupan yang telah ada dalam dimensi waktu, sepertinya telah ditetapkan sedemikian rupa dalam ritem demikian bahwa hal-hal demikian terjadi, ada hal-hal atau peristiwa/kejadian yang dimulai dengan kejadian-kejadian yang dipandang baik versus kejadian-kejadian yang dipandang tidak baik (Baca: positif versus negative), namun adapula kejadian-kejadian yang diawali dengan yang kurang baik versus yang baik (baca: negative versus positif.

Hal ini bukan agar manusia terperangkap dalam lingkaran waktu, ini dimaksudkan agar segala ssuatu dipahami dengan baik sehingga manusia mengakui keberadaan Allah.

Bahwasanya hidup diatur oleh Allah, dan teratur ditangan Allah, terpola dan punya makna, sehingga dengan demikian kita bergantung sepenuhnya pada kehendak-Nya.

Dalam ayat 11, kata kekalan menegaskan bahwa ada perbedaan penegasan waktu yang terdiri atas (kejadian-kejadian) dan kekekalan (kesinambungan waktu yang tidak diketahui batas-batasnya.

Allah telah mengatur seluruh kejadian kehidupan ada dalam kehendakNya, meskipun demikian manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah.

Hal ini mau memberikan pemahaman bahwa akal budi manusia itu terbatas sehingga manusia tidak bisa menjawab semua paradox kehidupan, sekalipun Allah telah memberi manusia daya nalar, namun Dia tidak memberi cukup bagi manusia untuk dapat membuka semua misteri kehidupan.

Namun demikian bahwa Allah telah menetapkan masa depan yang indah bagi manusia. Di sini kita melihat bahwa iman menerobos batas waktu menuju ke kekekalan.

Dari pengenalan akan Allah dan kekekalan, kini mau mencoba mengerti dan menghitung apa itu waktu. Menghitung waktu harus dilihat dari sudut pandang kekekalan.

Kekal itu tidak terbatas sementara waktu itu merupakan batasan maka kita harus meminta pertolongan Tuhan untuk mengerti waktu.

Waktu yang tersisa ini sedang terus berjalan maju, dan sisa waktu yang masih dimiliki dalam hidup ini tidak mungkin dapat disimpannya. Alkitab menyatakan mengenai waktu bersifat linier (garis lurus), dari titik Alfa (huruf pertama dalam bahasa Yunani) sampai Omega (huruf terakhir dalam bahasa Yunani).

Hal ini berarti waktu tidak pernah terulang, karena waktu berjalan lurus, waktu berjalan maju terus. Waktu tidak pernah terulang, maka kita harus memanfaatkan waktu ini sesuai dengan kehendak Tuhan sebagai Pencipta waktu.

Sampai kapan waktu terus maju hanya Tuhan yang tahu, yang jelas waktu itu bergerak terus. Karena manusia hidup dalam ruang dan waktu sementara waktu itu bergerak terus, maka hal yang tidak mungkin manusia dapat menghentikan waktu.

Alkitab menyatakan bahwa Allah sebagai Tuhan atas waktu. Waktu tidak fatalistik atau berubah-ubah, tetapi waktu di bawah arahan (control) pribadi Allah.

Pandangan Alkitab adalah waktu linear (lurus memanjang), artinya Allah bergerak untuk mencapai tujuan-Nya; peristiwa-peristiwa tidak terus berlangsung begitu saja atau kembali ke titik awalnya.

Sekalipun Alkitab memandang waktu ini disebut linear, hal itu tidak boleh dinalar seolah-olah mengisyaratkan bahwa waktu dan sejarah terus berjalan dalam urutan peristiwa – peristiwa yang tak terelakkan.

Untuk memahami kehidupan manusia didunia ini, manusia harus berusaha mencari makna dari setiap peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidupnya, hal ini akan membuat manusia mengerti akan ketetapan-ketetapan Allah dalam dunia ini.

Tuhan ada dalam setiap musim kehidupan, dalam setiap kejadian-kejadian/peristiwa peristiwa yang terjadi ada dalam kendali-Nya. Ada moment dimana waktu akan berganti, berbagai pengalaman, nostalgia yang telah kita alami ada dalam rekaman jejak kehidupan kita.

Dalam hidup sehari-hari orang biasanya mengalami waktu dalam 2 arti yakni secara suksesif dan secara spiral, secara suksesif ada urutan yang tidak bisa dikembalikan dengan tanggal bulan dan tahun.

Namun dilain pihak secara spiral waktu sering dipahami sebagai sesuatu yang seakan-akan pergi dan kembali lagi, biasanya ini dialami oleh orang yang hanya berpikir untuk mencukupi kebutuhan hari ini.

Orang Yunani membedakan waktu sebagai Chronos dan kairos. Sebagai Chronos sebenarnya dapat dimengerti sebagai deretan peristiwa-peristiwa dan kemungkinan yang terjadi dalam hidup manusia.

Para filsuf sebelum Sokrates menyatakan chronos sebagai personifikasi dari waktu itu sendiri, present yang meninggalkan past menuju future. Chronos adalah chronological time, detik-detik yang berjalan. Oleh sebab itulah kita sering mendengar istilah kronologi.

Waktu dipahami secara suksesif sebagai waktu yang diukur dalam detik, menit tahun. Sementara Kairos pengertian kairos dalam rentangan sejarah pemikiran Yunani mengalami proses perkembangan.

Pada mulanya, wawasan waktu kairos masih agak berhimpitan dengan aspek spasial (ruang, tempat, benda tertentu).

Dengan demikian pandangan Yunani mengenai kairos berwawasan perihal ―alam dan waktu ―komos dan sejarah lebih dipahai sebagai “ waktu yang dialami.

Oleh sebab itu waktu kairos berbicara tentang kesempatan dan momentum yang ada di waktu-waktu tertentu. Jadi kata kairos adalah suatu waktu crucial time.

Kairos adalah suatu waktu krisis yang menghasilkan kesempatan untuk mengambil keputusan eksistensial. Dengan demikian waktu lebih dipahami sebagai waktu kairos. Tuhan tidak berada dalam dimensi waktu Kronologis maupun suksesif namun.

Perjalanan waktu kronologis akan datang dan pergi. Tahun 2021 akan segera kita akhiri dan kita akan menyambut tahun 2022, namun percayalah Ia membuat segala sesuatu indah pada waktuNya, hanya mereka yang mengisi waktu dengan Kairoslah yang akan melihat apa yang dinamakan dengan Indah pada waktu-Nya.

Apakah tahun ini yang akan segera kita tinggalkan ada hal-hal baik yang kita tabur? Dan seberapa banyak hal-hal tidak baik yang tidak berkenan kepada Tuhan yang telah kita tabur? Ada kejadian-kejadian yang kita lalui dalam kelamnya tahun 2021 pandemi Covid yang belum berakhir, seroja yang memporak-poranda kehidupan kita, namun percayalah kita berada dalam kontrol Ilahi, Ia ada dalam setiap musim kehidupan kita.

Apapun yang terjadi dalam kehidupan manusia semua indah pada waktunya menandakan bahwa ada tangan Tuhan yang bekerja ditengah ziarah perjalanan kehidupan manusia ini.

Bukti penyertaan Tuhan ada dalam musim kehidupan kita, musim boleh berganti namun Kasih penyertaan Tuhan tetap ada pada kita yang terus menaruh harapan hanya pada Allah yang hidup.

Allah pengendali kehidupan kita.Selamat MenyongsongTahun Baru 2022 dalam Penyertaan Tuhan.

Oleh : Glory E.A.P Manao-Weo, S.Si Teol. GMIT Betel Oefafi,Kupang Timur

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.