oleh

TTS Urutan Ke Dua Penurunan Angka Kemiskinan Ekstrim

-Berita, Nasional-760 Dilihat

Ket Foto. Kepala Bappeda TTS, Johanis Benu, SE,M.Si

Laporan Reporter SUARA TTS .COM

SUARA TTS.COM | SOE – Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TMP2K), Kabupaten Timo Tengah Selatan (TTS) menempati urutan kedua terbanyak penurunan angka kemiskinan ekstrim.

Sebelumnya angka kemiskinan ekstrim di TTS 27,49% namun setelah dilakukan pendataan ulang turun 0,85 persen pada tahun 2020-2021.

Kabupaten TTS berada di urutan ke 2 penurunan angka kemiskinan ekstrim setelah Kabupaten Deiyei yang menempati urutan pertama dengan angka penurunan kemiskinan ekstrim sebanyak 1,17 persen.

Hal ini diungkapkan Kepala Bappeda TTS, Johanis Benu,SE.M.Si kepada Wartawan di ruang kerjanya,Rabu 02 Febuari 2022.

“Kita peroleh dari data yang dikeluarkan oleh TMP2K bahwa angka kemiskinan ekstrim di TTS turun 0,85 persen. Ini setelah dilakukan pendataan ulang beberapa waktu lalu”, ujarnya.

Kedepan menurutnya pemerintah Kabupaten TTS akan terus melakukan intervensi untuk menunjukkan angka kemiskinan ekstrim melalui program rumah layak huni, program sanitasi dan program pemberdayaan ekonomi.

Dikatakan sumber anggaran untuk intervensi kemiskinan ekstrim nantinya bersumber dari ABPD I, ABPD II , dana desa.

” Kita akan terus melakukan intervensi karna sesuai dengan arah kebijakan presiden, kemiskinan ekstrim jadi perhatian pemerintah”ujar pria yang biasa dipanggil Anis ini.

Lebih lanjut menurutnya, untuk saat ini data yang sudah benar-benar akurat mengenai jumlah keluarga miskin yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten TTS karna itu setiap akan dilakukan intervensi harus berkoordinasi dengan Bappeda.

” Data sudah kita pegang jadi baik OPD, Pemerintah Desa maupun LSM yang hendak melakukan intervensi perlu koordinasi agar kita verivikasi lagi”,jelasnya.

Ia pun berharap agar semua pihak bekerja sama sehingga angka kemiskinan terus menurun sesuai target nol persen pada tahun 2024.

“Butuh kerja semua elemen dalam penuntasan angka kemiskinan ekstrim, karna sesuai target, kemiskinan ekstrim harus betul betul tidak ada lagi pada tahun 2024, kita perlu kerja keras”,tandasnya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.