oleh

Tokoh Masyarakat Naifatu Tolak Pilkades Ulang.

-Berita, Politik-542 Dilihat

Ket. Foto : Tokoh masyarakat Desa Naifatu, Ferdinan Tanaem

Laporan Reporter SUARA TTS .COM

SUARA TTS .COM | SOE – Tokoh masyarakat Desa Naifatu, Ferdinan Tanaem menolak tegas penundaan pelaksanaan Pilkades Naifatu, sehingga Pilkades Naifatu harus diulang dari tahap awal kembali pada pada tahun 2022.

Menurutnya, Pilkades Naifatu yang dilaksanakan pada 1 Desember 2021 sudah melahirkan pemimpin di Desa Naefatu. Alasan penundaan Pilkades Naifatu yang diutarakan oleh pemerintah dinilainya hanya alasan yang mengada-ada.

” Pemerintah bilang alasan tunda Pilkades karena ada 1 orang pemilih memilih di dua desa (Naifatu dan Sono) hingga semua tahapan dan hasilnya dianggap tidak ada. Tapi di sisi lain, Kades Sunu tetap dilantik. Ini ada apa? Mana hanya karena satu orang membatalkan semua tahapan, hasil yang telah ditetapkan dalam berita acara penetapan,” ungkap Ferdinan dengan nada kesal.

Selain itu, sebagai tuan rumah Pilkades Naifatu, masyarakat tidak pernah dijelaskan secara rinci terkait bukti dan temuan yang menyebabkan Pilkades Naifatu terpaksa ditunda. Masyarakat hanya mendengar dari mulut ke mulut alasan penundaan tersebut.

Dirinya mengingatkan kepada pemerintah, agar jangan membuat kebijakan yang tendensius berdasarkan kedekatan semata.

” Kita tahu, ada salah satu calon kades Naifatu yang kalah yang dekat dengan penguasa. Jangan karena dekat lalu buat kebijakan yang merugikan banyak orang dan merugikan negara yang sudah mengeluarkan uang banyak untuk Pilkades Naifatu,” sebutnya.

Pekan depan, bersama masyarakat Desa Naifatu, dirinya akan turun ke ibu kota kabupaten guna menyampaikan aspirasi penolakan Pilkades ulang di Desa Naifatu.

” Minggu depan kita akan sampaikan aspirasi ke DPRD dan Dinas PMD untuk menolak SK Penundaan dan pelaksanaan Pilkades ulang di Desa Naifatu,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Simon Tanaem, calon kepala Desa Naifatu, Kecamatan Santian akan menggugat surat keputusan (SK) Bupati TTS, Egusem Piether Tahun Nomor 13/KEP/HK/2022 Tentang Penundaan Pemilihan Kepala Desa Naileu, Kusi Utara, Naifatu dan Bileon. Kemenangan yang sudah diraih Simon sirna begitu saja oleh SK orang nomor satu Kabupaten TTS tersebut. Pilkades Naifatu akan diulang pada tahun 2022.

Untuk diketahui, pada Pilkades lalu perolehan suara Simon mampu mengungguli dua calon lainnya. Dimana Simon mampu meraih 66 suara, Yorhans Benu meraih 65 suara dan Nedy Tanaem meraih 62 suara.

Namun oleh Yorhans yang merupakan calon Incumbent menggugat hasil tersebut. Yorhans menggugat hasil Pilkades tersebut dengan alasan adanya pemilih atas nama Jibrael Lakapu yang memilih di dua desa (Naifatu dan Sunu). Jibrael sendiri diketahui masuk dalam DPT dan menerima undangan untuk mencoblos pada Pilkades Naifatu. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.