oleh

Terkait Konflik Bonle’u, Ini Saran Paul Mella Untuk Pemda Dan DPRD TTS

-Berita-126 Dilihat

Ket Foto : Mantan Bupati TTS,Paul Mela

 

Laporan Reporter SUARA TTS.Com

 

SUARA TTS | SOE – Mantan Bupati TTS dua periode, Paul Mella ikut memantau konflik yang terjadi di Desa Bonleu. Menurutnya, untuk menyelesaikan konflik tersebut, Pemda dan DPRD TTS harus turun bersama ke Desa Bonleu guna melakukan pendekatan kepada masyarakat. Pemda dan DPRD TTS perlu duduk bersama dengan masyarakat guna menjelaskan persoalan yang menyebabkan anggaran pekerjaan jalan Bonleu tak masuk dokumen APBD perubahan.

” Saran saya, Pemda dan DPRD TTS turun bersama ke Desa Bonleu untuk berdialog dengan masyarakat. Gandeng semua komponen masyarakat Bonleu, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat hingga tokoh pemuda. Sampaikan alasan yang menyebabkan anggaran pekerjaan jalan tersebut terpaksa tak masuk dokumen perubahan APBD. Saya kira masyarakat akan bisa memahami yang penting Pemda dan DPRD TTS mau melakukan pendekatan dengan masyarakat,” ungkapnya kepada SUARA TTS.COM, Kamis 14 Oktober 2021.

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat Bonleu untuk mempertimbangkan dampak dari penutupan sumber air Bonleu. Pasalnya, aksi tersebut menyebabkan pasokan air PDAM Soe untuk masyarakat Kota Soe dan sekitarnya menjadi terganggu.

Selain itu, masyarakat juga harus memahami dalam penggunaan uang negara ada aturan yang harus dipenuhi.

” Pakai uang negara ini ada aturannya tidak pakai sembarangan. Ini yang harus dipahami masyarakat. Masyarakat juga harus mempertimbangkan dampak dari penutupan sumber air Bonleu. Kita berharap masyarakat juga bisa memahami hal itu,” pintanya.

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Desa Bonleu bersama Araksi, Selasa 12 Oktober 2021 melakukan aksi penutupan sumber mata air Bonleu. Penutupan sumber mata air untuk kedua kalinya ini dilakukan sebagai buntut kekecewaan masyarakat terhadap ingkar janji Pemda TTS dan DPRD TTS untuk membangun jalan Bonleu pada perubahan APBD Tahun 2021.

Sebelum melakukan penutupan sumber mata air, dilakukan ritual adat terlebih dahulu. Usai melakukan ritual adat barulah pipa pembuangan air dibuka sehingga air dari sumber air Bonleu tidak bisa mengalir ke Kota Soe.

Soleman Fallo, Tokoh Adat setempat mengaku, aksi penutupan sumber mata air tersebut sebagai ekspresi dari kekecewaan masyarakat atas kelakukan “orang tua” (Bupati dan pimpinan DPRD TTS) yang ingkar janji untuk membangun jalan Bonleu. Janji lisan maupun janji tertulis akan pembangunan jalan Bonleu di tahun 2021 hanya isapan jempol semata.

” Kami ini ibarat anak, lalu mereka (Bupati dan Pimpinan DPRD TTS) itu orang tua kami. Kami punya orang tua tipu kami makanya kami kecewa dan tutup lagi air ini,” ungkap Soleman. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.