oleh

Sumber Air Bonle’u Kembali Ditutup, Buntut Ingkar Janji Pemda Dan DPRD TTS

-Berita-94 Dilihat

Sumber Air Bonleu Kembali Ditutup, Buntut Ingkar Janji Pemda dan DPRD TTS

 

Laporan Reporter SUARATTS. Com

Suara TTS | SOE – Masyarakat Desa Bonleu bersama Araksi, Selasa 12 Oktober 2021 melakukan aksi penutupan sumber mata air Bonleu. Penutupan sumber mata air untuk kedua kalinya ini dilakukan sebagai buntut kekecewaan masyarakat terhadap ingkar janji Pemda TTS dan DPRD TTS untuk membangun jalan Bonleu pada perubahan APBD Tahun 2021.

Sebelum melakukan penutupan sumber mata air, dilakukan ritual adat terlebih dahulu. Usai melakukan ritual adat barulah pipa pembuangan air dibuka sehingga air dari sumber air Bonleu tidak bisa mengalir ke Kota Soe.

Soleman Fallo, Tokoh Adat setempat mengaku, aksi penutupan sumber mata air tersebut sebagai ekspresi dari kekecewaan masyarakat atas kelakukan “orang tua” (Bupati dan pimpinan DPRD TTS) yang ingkar janji untuk membangun jalan Bonleu. Janji lisan maupun janji tertulis akan pembangunan jalan Bonleu di tahun 2021 hanya isapan jempol semata.

” Kami ini ibarat anak, lalu mereka (Bupati dan Pimpinan DPRD TTS) itu orang tua kami. Kami punya orang tua tipu kami makanya kami kecewa dan tutup lagi air ini,” ungkap Soleman.

Dirinya mengaku siap jika nantinya Bupati atau DPRD TTS mau melaporkan masyarakat ke pihak kepolisian.

” Ya kalau kami punya orang tua lihat kami salah dan mau lapor polisi silakan. Kami siap ikut proses. Kami juga masih pegang kami punya orang tua punya janji tertulis. Silakan kalau orang tua kami mau lapor kami ke polisi,” ujarnya.

Sesuai kesepakatan masyarakat lanjutnya, sumber mata air Bonleu baru akan dibuka jika jalan Bonleu dikerjakan. Selain itu, masyarakat juga akan menangih janji 10 persen dari keuntungan pengelolaan sumber mata air Bonleu dan janji pembangunan jembatan serta listrik di Bonleu.

” Kami tagih kami punya orang tua punya janji satu-satu. Habis jalan, nanti ada 10 persen, ada jembatan dan juga listrik yang akan kami tagih,” pungkasnya.

Alfred Baun, Ketua Araksi mengaku mendukung langkah yang diambil oleh masyarakat Bonleu. Dirinya siap mendampingi masyarakat jika Pemda menempuh jalur hukum. Dirinya juga siap mendampingi masyarakat ke polisi melaporkan penipuan publik yang dilakukan kepada masyarakat Bonleu oleh Pemda TTS dan DPRD TTS.

” Masyarakat masih pegang janji tertulis yang ditandatangani oleh Bupati, Wakil Bupati dan pimpinan DPRD TTS. Itu harus diingat,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya,Kamis 10 Juni 2021, DPRD TTS menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pemerintah dan perwakilan masyarakat Bonleu di ruang sidang Paripurna. Dimulai sekitar pukul 10.00 WITA, RDP baru berakhir sekitar pukul 22.00 WITA dengan menghasilkan 5 point’ Kesepakatan guna menyelesaikan masalah penutupan sumber mata air Bonleu.

Kelima point’ tersebut yaitu, Pertama, Direktris PDAM Soe, bersedia berkoordinasi dengan Polres TTS dalam waktu 3×24 jam untuk menarik laporan polisi yang disampaikan sebelumnya. Kedua, Pemda bersama DPRD TTS bersedia menganggarkan kembali ruas jalan Fatumnutu-Bonleu sebesar Rp 3,5 Miliar. Ketiga, Pemda bersedia membuat kajian regulasi PERDA No. 6 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Imbal Jasa Lingkungan. Keempat, PDAM Soe dan Masyarakat Bonleu bertanggung jawab bersama untuk mengalirkan kembali air dari sumber air Bonleu ke Pelanggan PDAM Soe, dan kelima, Pemda dan DPRD TTS bertanggung jawab atas kesepakatan bersama untuk dilaksanakan. Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani oleh Bupati TTS, Wakil Bupati TTS, Direktur PDAM Soe, Pimpinan DPRD TTS dan perwakilan warga Bonleu. (DK)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.