oleh

Sukses Olah Lahan Tidur, Hasil Panen Jagung DKP TTS Diberikan Kepada Masyarakat

-Berita, Finance-251 Dilihat

Ket Foto. Nampak suasana Kepala Dinas Ketahanan Pangan TTS,Yupiter Pah Didampingi Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun sedang panen jagung.

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS.COM |SOE- Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten TTS memperoleh 4.716 Kg jagung dari hasil olah lahan tidur milih Pemda TTS yang berlokasi di civic center.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten TTS, Yupiter Pah kepada SUARA TTS.COM diruang kerjanya Kamis (10/3/2022) mengatakan DKP TTS mendapat lahan 1 Ha. Namun yang ditanam hanya 75 are sedangkan sisanya tidak ditanam karena tanahnya berbatu.

“Semua OPD di TTS tanam jagung diatas tanah kapling Pemda TTS. Ini merupakan arahan Bupati untuk manfaatkan lahan. Kita berhasil, Tapi yang lain gagal total,”Sebutnya.

Dari lahan luas lahan 75 are dari 1 Ha yang sempat ditanam kata Yupiter, dinasnya menghasilkan 4.716 Kg setelah dipanen pada Selasa (8/3/2022) oleh 42 orang yang terdiri dari ASN 28 orang, honor 10 orang dan siswa praktek 4 orang. Adapun Jenis jagung yang ditanam adalah Jagung Bisi II.

“Kami kerja sebagai contoh bagi masyarakat. Jangan hanya kita bisa bicara tetapi tidak bisa bercocok tanam atau bertani,”Kata dia.

Ket Foto. Nampak Forkompinda saat melakukan panen jagung.

Untuk mendapat hasil tersebut, Yupiter mengaku dinasnya dapat benih jagung 10 Kg dan pupuk NPK 50 Kg. Dari Dinas TPHPP TTS. Namun, dimodifikasi dengan pupuk urea 50 Kg sehingga ada hasil.

Pemakaian pupuk kata dia, 14 hari setelah tanam menggunakan pupuk urea, dan 14 hari kemudian kembali menggunakan pupuk NPK. Sehingga 10 Kg menghasilkan 4,716 Kg.

Rencananya hasil jagung ini hendak dijual , namun atas kesepakatan bersama seluruh pegawai Dinas Ketahanan Pangan, Jagung tersebut akan diberikan kepada masyarakat.

Untuk itu, tim sedang monitoring di Desa Olais Kecamatan Kuanfatu. Sebab, informasi yang diperoleh menyebutkan ada kekurangan pangan di Desa tersebut.

“Rencana kami akan bantu kepada masyarakat di Desa Olais Kecamatan Kuanfatu yang kekurangan pangan. Saat ini tim dari Dinas sementara monitoring di Olais,”Ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dominggus J.O Banunaek mengatakan dinasnya mendapat 500 Are diareal Civic center untuk tanam jagung tetapi gagal total.

“Memang kami punya tidak ada hasil, tidak panen atau gagal total,”Katanya.

Menurutnya kegagalan yang dalami Dinas P dan K TTS disebabkan keterlambatan saat menanam dan tidak menggunakan pupuk, sebab dinas tersebut tidak mendapat paket benih jagung dan pupuk dari dinas teknis.

Untuk itu, pihaknya secara swadaya benih jagung untuk tanam pada lahan 500 are yang sudah dikapling.

Untuk diketahui,semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diarahkan untuk menanam jagung pada lahan milik Pemerintah Daerah (Pemda) TTS yang berlokasi di civic center namun banyak OPD TTS gagal total (Gatol).

Arahan dari Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun dilakukan dalam rangka menghadapai musim tanam tahun 2021.

Namun meski mendapat paket berupa benih jagung dan pupuk dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pertanian dan Perkebunan (TPHPP) TTS, rata rata jagung yang ditanam tidak ada hasil alias gagal total.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.