oleh

SSP Soe Dorong Polisi Amankan 5 Pelaku Pemerkosaan Terhadap “Bunga”

-Berita, Hukrim-157 Dilihat

Ket. Foto:Nampak Bunga ditemani Wasti Asbanu melaporkan kasus pemerkosaan ke SSP guna mendapatkan pendampingan

Laporan Reporter SUARA TTS.Com

SUARA TTS .COM | SOE – Yundri Kolimon, Pendamping Yayasan SSP Soe mendorong pihak kepolisian untuk segera mengamankan lima pelaku yang melakukan pemerkosaan terhadap bunga (16), bukan nama sebenarnya warga Amanatun Utara. Selain menyebabkan korban hamil, korban pun mengalami troma akibat perbuatan keji para pelaku.

” Kita berharap pasca dilaporkan kepada pihak kepolisian, para pelaku bisa segera diamankan dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” pinta Yundri.

Dari hasil pendampingan kepada korban lanjut Yundri, diketahui dua dari lima pelaku masih berada di bawah umur. Dirinya juga menyayangkan kakek korban yang juga ikut menjadi pelaku pemerkosaan.

“Miris sekali karena salah satu pelaku merupakan kakek korban sendiri. Orang yang seharusnya melindungi dan menjaga korban,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau juga mendorong pihak kepolisian untuk segera mengamankan para pelaku pemerkosaan terhadap bunga. Dirinya berharap, Pemda TTS melalui Dinas P3A bisa melakukan pendampingan dan memberikan bantuan kepada korban dan bayi yang sementara di kandung korban.

” Kita berharap pelakunya segera diamankan dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” pintanya.

Diberitakan sebelumnya, Bunga (16), bukan nama sebenarnya, warga Kecamatan Amanatun Utara tengah hamil 4 bulan usai diperkosa oleh lima orang berbeda. Bunga yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) tak kuasa melawan para pelaku karena diancam akan dibunuh menggunakan sebilah pisau.

Kepada SUARA TTS.COM, Rabu 17 November 2021, Bunga menceritakan kisah pilu tersebut terjadi mulai dari bulan Juli hingga Agustus. Bunga yang tinggal bersama kakeknya, Marthen Tahao menjadi korban pemerkosaan dari lima orang tak bertanggung jawab. Mirisnya lagi, salah satu pelaku merupakan kakek bunga sendiri.

Bunga diketahui tinggal bersama kakeknya sejak kelas 6 SD. Ayah dan ibu bunga telah lama berpisah. Sang ibu memilih merantau keluar Kabupaten TTS, sedangkan sang ayah tinggal bersama calon istri barunya.

Pelaku yang pertama kali memperkosa bunga berinisial AA. Pelaku masuk ke dalam kamar bunga pada tengah malam lalu memperkosa bunga. Bunga diancam menggunakan pisau akan dihabisi jika tak melayani napsu bejat pelaku. Takut dengan ancaman pelaku, Bunga terpaksa melayani napsu bejat pelaku.

Usai memperkosa bunga, pelaku meninggalkan uang 50 Ribu lalu keluar dari kamar korban.

Keesokan harinya, korban kembali di perkosa. Namun kali ini pelaku merupakan adik AA yang berinisial SA. Pelaku masuk ke dalam kamar korban pada malam membawa sebilah pisau lalu mengancam bunga akan dibunuh jika tidak mau melayani napsu bejatnya.(DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.