oleh

Sopir Bemo di Kota Soe Lakukan Aksi Demo, Ini Alasannya

-Berita-161 Dilihat

Ket. Foto:Nampak deretan mobil bemo sedang parkir di halaman DPRD TTS

 

Laporan Reporter SUARA TTS.Com

 

SUARA TTS | SOE – Sopir bemo kota Soe, Senin 25 Oktober 2021 melakukan aksi demo ke Dinas Perhubungan Kabupaten TTS. Para sopir bemo menuntut kenaikan tarif dasar angkutan menyusul hilangnya premium dari peredaran. Selain menuntut kenaikan tarif dasar, para supir juga menuntut pemerintah dan pihak kepolisian untuk menertibkan aktivitas tab BBM di SPBU.
” Saat ini premium sudah tidak ada lagi sehingga kita terpaksa menggunakan pertalite yang harganya lebih mahal dari premium. Hal ini sangat mempengaruhi pemasukan kami,” ungkap Erik Otu, ketua koordinator angkutan kota.
Untuk diketahui, harga premium per liternya Rp. 6.450 sedangkan harga Pertalite per liternya Rp. 7.250.
Saat premium masih tersedia, pendapatan para sopir bemo dalam sehari berkisar 200 ribu hingga 250 ribu perhari.
Setelah premium hilang dan terpaksa menggunakan pertalite, pendapatan Sopir menurun berkisar 150 ribu hingga 200 ribu dalam sehari.Oleh sebab itu para supir menuntut kenaikan tarif dasar angkutan khususnya untuk penumpang umum.
” Kalau untuk anak sekolah tetap saja Rp. 2.000 per orang. Tapi kalau untuk umum kami harapkan naik dari Rp.3000 menjadi Rp. 4.000 per orang,” pintanya.
Terkait aktifitas tap BBM, Erik mengatakan, selama ini BBM lebih banyak dikonsumsi oleh para tukang tap. Hal ini menyebabkan para supir kesulitan mendapatkan di SPBU.
” Mereka (tukang tab BBM) ini satu hari bisa tap 4 atau 5 kali. Akibatnya, stok BBM di SPBU mayoritas dikonsumsi oleh mereka. Kita mau dapat BBM di SPBU susah kita antre hingga 4 jam baru bisa dapat kalau stok masih ada,” keluhnya.
Oleh sebab itu, pemerintah dan pihak kepolisian harus menertibkan aktivitas tap tersebut.
” Kami ini angkutan umum, layani masyarakat umum. Tapi mereka yang tap inikan layani untuk pribadi,” tegasnya.
Usai dari Dinas Perhubungan, para supir mendatangi gedung DPRD TTS guna menyampaikan aspirasi kepada para wakil rakyat. Hingga berita ini diturunkan, para supir bemo yang berjumlah kurang lebih 60 orang masih menunggu pimpinan DPRD TTS. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.