oleh

Soal Kekecewaan Nasabah, Ini Kata Kabag Kredit Kopdit Swasti Sari Soe.

-Berita, Finance-1092 Dilihat

Ket Foto. Nampak Papan nama Kantor Koperasi Kredit Swasti Sari Cabang Soe

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS.COM | SOE – Menanggapi kekecewaan nasabah atas nama Oktaviana Nenohai, Kepala bagian kredit pada Koperasi Kredit (Kopdit ) Swasti Sari cabang Soe,Oris saat dikonfirmasi Kamis 21 April 2022 mengatakan tidak ingin berkomentar.

Meski demikian dia tetap berbicara banyak kepada wartawan. “Saya mohon maaf,disini ini saya belum berikan klarifikasi karna berkaitan dengan keanggotaan Swasti Sari dan ada aturan yang mengikat sehingga anggota harus tunduk”, ujarnya.

Dikatakan Oris, sebenarnya tidak ada persoalan karena berkaitan dengan aturan dalam Swasti Sari. Menurutnya yang terjadi hanyalah unsur paksaan dari keinginan,tanpa menyebut paksaan dari pihak mana. “Jadi disini saya tidak ada klarifikasi karna ini persoalan internal”, ujarnya lagi.

Entah apa maksudnya, Ia lantas dengan wajah serius mengaku dirinya adalah mantan wartawan beberapa media.” Saya ini mantan wartawan pos Kupang. saya dulu juga di media gong silahkan cek data saya”, ujarnya kepada SUARA TTS.COM berulang kali.

Untuk diketahui Oktaviana Nenohai,warga desa Oeekam, Kecamatan Amanuban Timur merasa kecewa dengan pihak Kopdit Swastisari Cabang Soe TTS.

Pasalnya sesuai kesepakan awal bersama pihak Kopdit Swastisari, dirinya boleh mengajukan pinjaman sebesar 40 juta namun dalam perjalanan justru hanya diberikan 17 juta.

Padahal ia sudah memenuhi persyaratan yang mana diminta untuk menambah saham di koperasi sebesar 3 juta ditambah tabungan sebelumnya 4 juta lebih untuk bisa mengajukan pinjaman.

” Awalnya kita sepakati pinjaman 40 juta. Saya diminta tambah saham 3 juta dan saya ikuti, namun dalam perjalanan justru pihak koperasi mengabaikan kesepakatan tersebut “, ujar Oktaviana kepada SUARA TTS.COM ,Kamis 21 April 2022.

Oktaviana sendiri telah menjadi anggota koperasi Swastisari sejak tahun 2019. Ia pun sudah pernah pinjam sejumlah uang dengan cicilan selama 10 bulan namun ia menyelesaikan dalam kurun waktu 8 bulan.

Atas dasar tersebut, ia lantas mengajukan pinjaman untuk membesarkan usahanya. Ia diminta untuk menambah saham dan sudah menyetor pada bulan Febuari lalu.

“Tabungan saya 4 juta lebih sehingga tambah saham agar bisa dapat pinjaman 40 juta. Saya tunggu hampir 2 bulan tidak ada informasi “, ujarnya.

Ia kemudian mengecek ke Kopdit Swastisari Cabang Oeekam namun disuruh menunggu. Tiba tiba ia ditelpon untuk datang karena mau dilakuan pencairan.

Saat datang ke kantor cabang Swastisari Soe, ia diberitahukan bahwa hanya bisa cairkan 17 juta. Ia mengaku kecewa karena sesuai kesepakatan awal 40 juta. Karna kecewa ia lalu minta mengundurkan diri dan pihak Swastisari mempersilahkan namun belum bisa mengambil kembali hak haknya.

” Kita mundur saja dan minta kembali uang karna tidak penuhi keinginan kita”,ujarnya dengan nada kecewa.

Ia bersama suaminya kemudian minta pendampingan Pospera agar bisa memperoleh kembali hak haknya.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.