oleh

SK Bupati TTS Terkait Penundaan Pilkades Digugat, DPRD TTS Dukung

-Berita, Politik-513 Dilihat

Ket Foto. DR Marthen Tualaka (Kiri), DR Uksam Selan (Kanan)

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

Ketua Komisi 1, Dr. Uksam Selan dan Ketua Komisi IV DPRD TTS, Marthen Tualaka mendukung langkah yang diambil Simon Tanaem, calon kepala Desa Naifatu, Kecamatan Santian yang akan menggugat surat keputusan (SK) Bupati TTS, Egusem Piether Tahun Nomor 13/KEP/HK/2022 Tentang Penundaan Pemilihan Kepala Desa Naileu, Kusi Utara, Naifatu dan Bileon.

Menurut keduanya, hal tersebut merupakan langkah yang tepat dan sesuai aturan hukum yang bisa ditempuh pasca dikeluarkan SK penundaan tersebut.

” Ada ruang untuk melakukan gugatan terhadap SK tersebut sehingga saya merasa itu langkah yang tepat. Bisa saja putusan hakim nantinya memenangkan pihak penggugat dan diperintahkan untuk dilantik,” ungkap Uksam Selan.

Dirinya mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan pengaduan dari Desa Naifatu dan Bileon terkait penundaan tersebut.

” Belum ada pengaduan yang masuk ke kita, sehingga kita belum tahu persis persoalannya,” terang pria berkaca mata ini.

Rencananya Kamis 20 Januari 2022, Komisi 1 DPRD TTS akan menggelar rapat kerja dengan Dinas PMD terkait penundaan pelaksanaan Pilkades di 6 desa dan pelaksanaan Pilkades tahap lll di tahun 2022 ini.

” Besok, kita gelar rapat bersama Dinas PMD Kabupaten TTS. Nanti persoalan ini juga akan kita bahas dalam rapat tersebut,” paparnya.

Ketua Komisi IV DPRD TTS, Dr. Marthen Tualaka turut memberikan dukungan kepada Simon Tanaem, calon kepala Desa Naifatu, Kecamatan Santian yang akan menggugat surat keputusan (SK) Bupati TTS, Egusem Piether Tahun Nomor 13/KEP/HK/2022 Tentang Penundaan Pemilihan Kepala Desa Naileu, Kusi Utara, Naifatu dan Bileon. Menurutnya secara hukum langkah tersebut sudah tepat diambil.

Dirinya juga merasa Janggal dengan penundaan Pilkades Naifatu padahal dari hasil perhitungan suara Simon Tanaem sudah unggul 1 suara dari dua pesaingnya.

” Bagaimana orang sudah menang habis Pilkades baru tiba-tiba bilang tunda dengan alasan ada satu orang pemilih yang memilih di dua desa. Padahal yang bersangkutan jelas-jelas masuk DPT dan mendapatkan undangan untuk mencoblos di Pilkades Naifatu. Kita dukung langkah pak Simon biar nanti diuji di PTUN,” pungkas Dr. Marthen.

Diberitakan sebelumnya, Simon Tanaem, calon kepala Desa Naifatu, Kecamatan Santian akan menggugat surat keputusan (SK) Bupati TTS, Egusem Piether Tahun Nomor 13/KEP/HK/2022 Tentang Penundaan Pemilihan Kepala Desa Naileu, Kusi Utara, Naifatu dan Bileon.

Kemenangan yang sudah diraih Simon sirna begitu saja oleh SK orang nomor satu Kabupaten TTS tersebut. Pilkades Naifatu akan diulang pada tahun 2022.
Untuk diketahui, pada Pilkades lalu perolehan suara Simon mampu mengungguli dua calon lainnya. Dimana Simon mampu meraih 66 suara, Yorhans Benu meraih 65 suara dan Nedy Tanaem meraih 62 suara.

Namun oleh Yorhans yang merupakan calon Incumbent menggugat hasil tersebut. Yorhans menggugat hasil Pilkades tersebut dengan alasan adanya pemilih atas nama Jibrael Lakapu yang memilih di dua desa (Naifatu dan Sunu). Jibrael sendiri diketahui masuk dalam DPT dan menerima undangan untuk mencoblos pada Pilkades Naifatu.

” Akan saya gugat SK bupati tersebut. Mana saya sudah menang, unggul 1 suara dari Incumbent lalu pemerintah daerah tiba-tiba batalkan hasil. Ini ada apa? Jibrael itu masuk DPT dapat undangan, ya kalau dia memilih seharusnya tetap sah. Sesuai Perbup, orang yang masuk DPT dan mendapatkan undangan berhak menyalurkan hak suara. Oleh sebab itu saya akan gugat secara perdata SK Bupati tersebut,” tegas Simon.(DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.