oleh

Setelah 1 Bulan lebih 6 Hari, Akhirnya Air Bonleu Tiba di Kota Soe 

-Berita-332 Dilihat

Ket. Foto:Nampak kran air salah satu warga di Kota Soe.

Laporan Reporter SUARA TTS .COM

SUARA TTS.COM | SOE – Kerinduan masyarakat Kota Soe untuk bisa kembali menikmati air Bonleu akhirnya terjawab sudah. Setelah menunggu sebulan lebih 6 hari, Air Bonleu yang dinanti akhirnya bisa tiba di Kota Soe.

Konflik Bonleu yang berujung pada penutupan sumber air Bonleu membuat warga Kota Soe menjerit karena kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Upaya pemerintah daerah untuk mencari sumber air pengantin Bonleu pun belum mampu menggantikan posisi Air Bonleu dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga Kota Soe.

Warga Kota Soe terpaksa harus mengeluarkan uang tambahan untuk membeli air, baik yang dijual per jerigen, Viber atau dijual per tangki. Besarnya uang yang harus dikeluarkan untuk membeli air membuat masyarakat menjerit sengsara.

Jeritan warga Kota Soe ini ternyata didengar oleh Dr. Harun Y. Natonis S.Pd., M.Si, Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang. Dr. Harun yang prihatin dengan Konflik Bonleu terpanggil untuk memediasi penyelesaian konflik tersebut.

Satu persatu pihak yang berkonflik ditemuinya, mulai dari tokoh masyarakat adat di Bonleu, Ketua Araksi, Alfred Baun, aktivis Aleta Baun hingga Bupati TTS, Egusem Piether Tahun.

Niat tulusnya berbuah manis, hari ini, Kamis 18 November 2021, air Bonleu tiba di Kota Soe. Kerinduan masyarakat Kota Soe akhirnya terjawab sudah.

Kepada SUARA TTS .COM, Dr. Harun mengaku, senang dan berterima kasih kepada para usif, amaf dan masyarakat Bonleu yang mau merendahkan hatinya untuk berpikir dan melihat masyarakat Kota Soe yang kesulitan air bersih. Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian masalah Bonleu yang berujung pada pelepasan kembali air Bonleu ke Kota Soe.

” Kita bersyukur kepada Tuhan karena apa yang menjadi pergumulan masyarakat Kota Soe akhirnya terjawab. Hal ini tak lepas dari kebaikan hati para usif, amaf dan masyarakat Bonleu yang sudah mau melihat dan memperhatikan kesulitan masyarakat Kota Soe akan air bersih,” ungkap Dr. Harun, via sambungan telepon.

Secara Khusus, dirinya mengucapkan terima kasih kepada Bupati TTS, Egusem Piether Tahun, Alfred Baun dan Aleta Baun yang terlibat aktif dalam mewujudkan pelepasan kembali air ke Kota Soe.

Bupati Tahun dikatakan Dr Harun, telah mengambil keputusan yang sangat tepat dalam penyelesaian masalah tersebut.

Di sisi lain, Alfred Baun dan Aleta Baun telah mengambil posisi terdepan guna meyakinkan masyarakat Bonleu agar melepaskan kembali air Bonleu ke Kota Soe.

” Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Bupati, Pak Alfred dan Ibu Aleta,” ujarnya.

Dr. Harun menegaskan kehadiran IAKN Kupang di tengah-tengah konflik tersebut murni karena kepedulian terhadap jeritan warga Kota Soe yang kesulitan air bersih.

Selain itu, kehadiran IAKN Kupang merupakan perwujudan dari Tri Darma Perguruan Tinggi guna membantu menyelesaikan persoalan yang dialami masyarakat.

” Kami hadir murni karena kami peduli kepada masyarakat Kota Soe. Tidak ada tujuan lain. Ini merupakan bagian dari perwujudan Tri Darma Perguruan Tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Soe, Lilly Hayer belum berhasil dikonfirmasi terkait air Bonleu yang sudah kembali mengalir ke Kota Soe. Telepon dan pesan WhatsApp dari SUARA TTS .COM belum dijawab.

Diberitakan sebelumnya, Ritual adat pelepasan kembali air Bonleu telah dilakukan tokoh adat Bonleu, Senin 15 November 2021 malam, tapi hingga kini masih terjadi dualisme di masyarakat Bonleu. Selain ada kubu yang menghendaki agar air kembali dilepas ke Kota Soe, ada juga kubu masih bertahan tidak ingin melepas air ke Kota Soe hingga tuntutannya dijawab pemerintah. Gomer Pilis dan Soleman Fallo Cs masih bertahan dan berkeras tidak mau melepas air ke Kota Soe hingga jalan Bonleu dikerjakan.

Di sisi lain, penutupan air Bonleu membuat warga Kota Soe menjerit karena harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli air.

Konflik penutupan sumber mata air Bonleu yang berkepanjangan membuat Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang bergerak untuk memediasi penyelesaian masalah tersebut. Bahkan, Dr. Harun Y. Natonis S.Pd., M.Si selalu Rektor IAKN Kupang turun tangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut hinga berujung Ritual ada pelepasan kembali air Bonleu.

Harun membangun komunikasi dengan tua adat, Alfred Baun, Aleta Baun dan Bupati TTS, Egusem Piether Tahun untuk menyelesaikan konflik yang menyengsarakan warga Kota Soe tersebut. Namun sayangnya, Gomer Pilis dan Soleman Fallo Cs masih berkeras pada tuntutannya.

Alfred Baun dan Aleta Baun yang ikut dalam penutupan sumber air Bonleu telah melunak dan mendukung pembukaan kembali air Bonleu. Alfred mengatakan, dirinnya siap bertanggung jawab untuk membuka kembali air Bonleu.

Walaupun masih ada kubu yang menolak membuka kembali air tersebut, Alfred siap pasang badan untuk membuka kembali air Bonleu.(DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.