oleh

Semua Tuduhan Petrus Benu Mental, Calon Terpilih Pilkades Nulle Diproses Untuk Dilantik

-Berita-183 Dilihat

Ket. Foto ; Nampak suasana pelaksanaan rapat klarifikasi terkait pengaduan Pilkades Nulle di ruang Banggar DPRD Kabupaten TTS

Laporan Reporter SUARA TTS .Com

SUARA TTS .COM | SOE – Komisi 1 DPRD Kabupaten TTS, Selasa 7 Desember 2021 menggelar rapat klarifikasi terkait pengaduan dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkades Nulle di ruang Banggar DPRD Kabupaten TTS.

Rapat klarifikasi ini langsung dipimpin Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau didampingi Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten TTS, Uksam Selan.

Hadir dalam rapat tersebut, Wakil Ketua Komisi 1, Hendrikus Babys, Anggota Komisi 1, Yudi Arifus Selan dan Jorang Fahik, Sekertaris Dinas PMD, Zem Lake, Camat Amanuban Barat, Jason Fallo, PLT Kades Nulle, Hana Nenabu, ketua BPD Desa Nulle, Panitia Pilkades Nulle dan tim pengawas kecamatan.Sayangnya, Simon Petrus Benu selaku pengadu tidak menghadiri rapat klarifikasi tersebut.Ket Foto. Nampak suasana rapat klarifikasi

Diawal rapat, Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau membaca surat pengaduan dari Simon Petrus Benu terkait dugaan pelanggaran Pilkades Nulle.

Sedikitnya ada lima dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkades Nulle menurut Simon.

Pertama, prosedur pemilihan yang tidak sesuai. Dimana Ketua panitia Pilkades, Yiswi Selan yang merupakan kakak kandung dari calon kades nomor urut 1, Elki Selan dituduh berpihak pada calon nomor urut 1.

Kedua, banyak masyarakat Desa Nulle yang terdaftar dalam DPT tapi tidak mendapatkan undangan untuk menggunakan hak pilih.

Ketiga, pada saat menyerahkan undangan untuk pencoblosan panitia tidak kroscek kembali DPT.

Keempat, adanya anak di bawah umur 17 tahun yang diijinkan panitia untuk ikut serta dalam pencoblosan,diantaranya Stenly Suan dan Arlando Selan.

Simon menyebut, anak-anak di bawah umur tersebut diiming-imingi dengan imbalan perorang Rp. 5000 sebelum pencoblosan dan setelah pencoblosan dan menang akan diberikan hadiah tambahan berupa baju, sepatu dan tas oleh calon nomor 1 dan kelima, adanya penggandaan surat undangan oleh oknum tertentu sehingga ada oknum yang menggunakan hak suara lebih dari satu kali.

Usai membacakan surat pengaduan tersebut, Marcu lalu memberikan kesempatan kepada panitia dan tim pengawasan untuk menjawab tudingan tersebut.

Ketua panitia Pilkades, Yiswi Selan dengan tegas membatah keras semua tudingan tersebut. Ia menyebut, sebagai ketua panitia, ia tidak memihak pada salah satu calon.

Dirinya justru mengaku mendukung semua calon yang maju dalam Pilkades Nulle.

Terkait tuduhan panitia sengaja memberikan kesempatan kepada anak di bawah umur untuk memilih, ia mengatakan, Stenly Suan yang dituduh masih di bawah umur ternyata sudah berusia 18 tahun dan masuk dalam DPT.

Sedangkan Arlando Selan yang disebut ikut mencoblos padahal masih dibawah umur, ia membantahnya. Ia menegaskan Arlando yang merupakan anak dari Anggota DPRD TTS, Uksam Selan tidak ikut mencoblos karena belum cukup umur.

Sedangkan terkait adanya DPT yang tidak mendapatkan undangan, Selan mengatakan, undangan untuk pencoblosan diserahkan panitia ke ketua RT untuk selanjutnya dibagikan kepada warganya.

” Semua Tuduhan Pak Simon itu tidak benar dan saya bisa membuktikannya,” terang Selan.

Setelah mendengarkan klarifikasi semua pihak, Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau membuat kesimpulan rapat.

Ia menyimpulkan hasil Pilkades Nulle sah dan panitia Pilkades Nulle bisa melanjutkan ke tahap atau proses selanjutnya hingga kepada pelantikan kades terpilih.

DPRD TTS dikatakan Marcu, tidak lagi menerima pengaduan terkait Pilkades Nulle pasca rapat klarifikasi tersebut. Bagi pihak yang merasa kurang puas, silakan menempuh proses hukum.

” Kesimpulan rapat, silakan tahapan Pilkades Nulle dilanjutkan ke pelantikan Kades terpilih,” tegasnya. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.