oleh

Sefrit: Penutupan Sumber Air Bonle’u Merupakan Tindakan Tak Berprikemanusiaan

-Berita, Politik-287 Dilihat

Ket Foto : Anggota DPRD TTS,Sefrit Nau Saat Mengikuti RDP

Laporan Reporter SUARA TTS .Com

SUARA TTS .COM | SOE – Anggota DPRD TTS dari Dapil Mollo, Sefrit Nau menegaskan dirinya tidak mendukung sikap masyarakat Bonle’u yang memutus sumber mata air.

Sikap masyarakat Bonle’u tersebut dikatakan Sefrit, merupakan perbuatan yang tidak berprikemanusiaan. Pasalnya, pemutusan sumber air tersebut menyengsarakan ribuan bahkan ratusan masyarakat kabupaten TTS.
” Walaupun saya dari Dapil Mollo, tapi saya tidak mendukung tindakan pemutusan air Bonle’u. Orang bisa mati karena tidak ada air,” ungkap Sefrit dalam Rapat Dengar Pendapat, Senin 8 November 2021 malam.

Oleh sebab itu, dirinya berharap pemerintah bisa secepatnya mencarikan solusi untuk menyelesaikan persoalan Bonle’u.
Dirinya mengaku siap menemani Bupati TTS, Egusem Piether Tahun untuk berkunjung ke Desa Bonle’u dan melakukan dialog dengan masyarakat sehingga persoalan Bonle’u bisa diselesaikan.
” Kalau persoalan Bonle’u tidak segera diselesaikan, dan terus berlarut-larut, ada ribuan masyarakat yang menderita. Oleh sebab itu, saya menyarankan agar Bupati meluangkan waktu untuk membangun dialog dengan masyarakat Bonle’u guna menyelesaikan persoalan tersebut. Saya siap menemani pak Bupati ke sana,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Desa Bonle’u bersama Araksi, Selasa 12 Oktober 2021 melakukan aksi penutupan sumber mata air Bonle’u.

Penutupan sumber mata air untuk kedua kalinya ini dilakukan sebagai buntut kekecewaan masyarakat terhadap ingkar janji Pemda TTS dan DPRD TTS untuk membangun jalan Bonle’u pada perubahan APBD Tahun 2021.

Sebelum melakukan penutupan sumber mata air, dilakukan ritual adat terlebih dahulu. Usai melakukan ritual adat barulah pipa pembuangan air dibuka sehingga air dari sumber air Bonle’u tidak bisa mengalir ke Kota Soe.

Soleman Fallo, Tokoh Adat setempat mengaku, aksi penutupan sumber mata air tersebut sebagai ekspresi dari kekecewaan masyarakat atas kelakukan “orang tua” (Bupati dan pimpinan DPRD TTS) yang ingkar janji untuk membangun jalan Bonle’u. Janji lisan maupun janji tertulis akan pembangunan jalan Bonle’u di tahun 2021 hanya isapan jempol semata.(DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.