oleh

Sedih, Kakek dan Nenek di TTS Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Si Jago Merah

-Berita-371 Dilihat

Ket. Foto nampak rumah Semuel Koebanu yang nyaris rata dengan tanah akibat dilalap si jago merah.

Laporan Reporter SUARA TTS .Com 

SUARA TTS .COM | SOE – Kakek dan nenek, Semuel Koebanu (74) dan Maria Naklui (70), warga RT 14/ RW 07, Desa Haunobenak, Kecamatan Kolbano, Kabupaten TTS kehilangan tempat tinggalnya (rumah) akibat ulah si jago merah.

Kebakaran yang terjadi pada 15 Desember lalu tersebut, menghanguskan rumah korban yang berukuran 5 kali 6 meter.

Seluruh isi rumah habis dilalap si jago merah, mulai dari bahan makanan, peralatan makan, pakaian, perabotan rumah tangga hingga bangunan rumah yang kini nyaris rata dengan tanah.

Usai kejadian naas tersebut, kedua korban kebingungan untuk mencari tempat tinggal sementara. Keduanya terpaksa memanfaatkan seng bekas kebakaran untuk membangun sebuah gubuk sementara tak jauh dari lokasi kebakaran tersebut.

” Kami terpaksa pakai seng bekas kebakaran ini bangun gubuk beralaskan tanah sebagai tempat tinggal sementara kami,” ungkap Semuel kepada SUARA TTS .COM, Senin 20 Desember 2021.

Tak hanya tempat tinggal yang sulit, kedua korban yang sudah berusia lanjut diperhadapkan kedengan kesulitan untuk mendapatkan bahan makanan. Pasalnya seluruh jagung dan beras yang dimiliki telah habis akibat kebakaran tersebut.

” Kami sekarang makan juga susah pak. Bahan makanan kami habis semua akibat kebakaran itu. Kami hanya berharap pada bantuan tetangga,” ujarnya.

Ket Foto . Samuel Koebanu sedang duduk di gubuk darurat.

Terkait penyebab kebakaran Semeul menduga api berasal dari tungku api saat memasak jagung.

Diketahui pada 15 Desember siang, kedua korban keluar dari rumah bermaksud mengambil titipan barang yang dikirim anaknya dari Papua.

Saat meninggalkan rumah, diakuinya api di tungku masih dalam keadaan menyala. Api inilah yang diduga kuat memicu terjadinya kebakaran.

” Kami keluar pergi ambil titipan dari anak sayang yang tinggal di Papua. Pulang rumah, lihat rumah sudah hangus habis akibat kebakaran,” kisahnya.

Kepala Desa Haunobenak, Felipus Feo membenarkan musibah yang menimpah Semeul tersebut. Diakuinya, pihaknya sedang mendata kerugian akibat musibah tersebut dan akan dilaporkan ke Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten TTS.

Dirinya berharap pemerintah daerah bisa membantu meringankan beban kedua korban. Kedua korban sangat membutuhkan tempat tinggal baru dan bahan makanan untuk bisa bertahan hidup.

” Kedua korban kehilangan tempat tinggal, bahan makanan dan pakaian. Saya sementara buat laporannya untuk di kirim ke kabupaten. Semoga kedua korban bisa mendapatkan bantuan,” pintanya. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.