oleh

Sedih, Gadis 16 Tahun Di TTS Diperkosa Lima Orang Hingga Hamil 4 Bulan

-Berita, Hukrim-478 Dilihat

Ket. Foto: Nampak Bunga ditemani Wasti Asbanu melaporkan kasus pemerkosaan ke SSP guna mendapatkan pendampingan

Laporan Reporter SUARA TTS .Com

SUARA TTS. COM | SOE – Bunga (16), bukan nama sebenarnya, warga Kecamatan Amanatun Utara tengah hamil 4 bulan usai diperkosa oleh lima orang berbeda. Bunga yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) tak kuasa melawan para pelaku karena diancam akan dibunuh menggunakan sebilah pisau.

Kepada SUARA TTS .COM, Rabu 17 November 2021, Bunga menceritakan kisah pilu tersebut terjadi mulai dari bulan Juli hingga Agustus.

Bunga yang tinggal bersama kakeknya, Marthen Tahao menjadi korban pemerkosaan dari lima orang tak bertanggung jawab. Mirisnya lagi, salah satu pelaku merupakan kakek bunga sendiri.
Bunga diketahui tinggal bersama kakeknya sejak kelas 6 SD.

Ayah dan ibu bunga telah lama berpisah. Sang ibu memilih merantau keluar Kabupaten TTS, sedangkan sang ayah tinggal bersama calon istri barunya.
Pelaku yang pertama kali memperkosa bunga berinisial AA.

Pelaku masuk ke dalam kamar bunga pada tengah malam lalu memperkosa bunga. Bunga diancam menggunakan pisau akan dihabisi jika tak melayani napsu bejat pelaku.

Takut dengan ancaman pelaku, Bunga terpaksa melayani napsu bejat pelaku.
Usai memperkosa bunga, pelaku meninggalkan uang 50 Ribu lalu keluar dari kamar korban.

Keesokan harinya, korban kembali di perkosa. Namun kali ini pelaku merupakan adik AA yang berinisial SA. Pelaku masuk ke dalam kamar korban pada malam membawa sebilah pisau lalu mengancam bunga akan dibunuh jika tidak mau melayani napsu bejatnya.

” Pelaku pertama dan kedua merupakan adik kakak. Mereka masuk kamar saya taruh pisau di leher saya ancam mau bunuh saya kalau melawan,” Ungkap Bunga yang ditemui di kantor SSP.

Beberapa hari berselang, bunga kembali diperkosa oleh pelaku lainnya berinisial SB dan ST. Keduanya melakukan trik yang sama dengan AA dan SA.

Keduanya menggunakan sebilah pisau untuk mengancam bunga, lalu memperkosanya.
Mirisnya, pelaku terakhir merupakan kakek korban sendiri yang sudah empat tahun terakhir korban tinggal bersamanya.

Pelaku awalnya mengikuti korban masuk kedalam kamar korban sebelum mengancam korban akan dibunuh jika tidak melayani napsu bejatnya.
” Kakek saya sendiri juga perkosa saya. Saya tidak bisa melawan, karena dia juga ancam saya pakai pisau,” tuturnya.

Karena merasa terancam, akhirnya korban memutuskan untuk lari dari rumah sang kakek. Korban pergi ke rumah keluarganya, Yusuf Meta dan bertemu dengan Dikson Meta.

Kepada Dikson, korban menceritakan seluruh kejadian tragis yang dialaminya.
Tak lama berselang, polisi dari Polsek Amanatun Utara datang dan menjemput korban untuk diperiksa.

Karena troma dengan kejadian yang dialami dan hingga kini pelaku belum ditangkap, korban memutuskan untuk sementara waktu tinggal di Kota Soe bersama Wasti Asbanu, yang merupakan sepupunya. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar