oleh

Pospera Desak Polres TTS Tetapkan Tersangka Dugaan Penganiayaan Yang Melibatkan Kades dan Anggota DPRD TTS

-Berita, Hukrim-1147 Dilihat

Ket Foto. Ketua ARAKSI, Afred Baun (kiri), Kasat Reskrim Polres TTS AKP Mahdi Dejan Ibrahim (Tengah), Ketua DPC Pospera Yerim Yoss Fallo (Kanan)

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS. COM | SOE – Ketua Pospera Kabupaten TTS, Yerim Fallo mendesak Polres TTS untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan penganiyaan yang melibatkan Kades Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Semrys Oryanty Lette dan suaminya Hendrikus Babys ke Polres TTS. Pasalnya, pasca delapan bulan ditangani pihak kepolisian, hingga kini penyidik tak juga menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

” Sudah delapan bulan, penyidik tangani kasus itu tapi belum ada satu pun yang ditetapkan sebagai tersangka. Ini masyarakat ada tanya-tanya, sebenarnya kasus tersebut memenuhi unsur pidana atau tidak. Penyidik jangan berlama-lama, mana sudah delapan bulan kasus kecil begitu belum ada tersangka? Kalau tidak memenuhi unsur hentikan saja. Umumkan pada publik kalau tidak memenuhi unsur setelah delapan bulan. Biar nanti publik yang menilai kinerja pihak kepolisian. Jangan menggantung seperti ini. Harus cepat beri kepastian hukum,” ungkap Yerim dengan nada tegas.

Informasi berkembang di Polres TTS, dalam pekan ini penyidik akan menaikkan status penanganan kasus dugaan penganiyaan tersebut dan menatap tersangka.

Kasat Reskrim Polres TTS AKP Mahdi Ibrahim mengatakan, penanganan kasus dugaan penganiyaan dengan korban Apders Seo masih terus berjalan. Penyidik masih kesulitan untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban karena korban masih berada di luar daerah. Jika korban sudah diperiksa, Mahdi mengatakan, penyidik akan menaikkan status penanganan kasus tersebut yang diikuti dengan penetapan tersangka.

” Kita masih menunggu korban datang dulu. Kalau korban sudah kita periksa, baru status penanganan kasus tersebut kita naikkan,” terangnya.

Debora, ibu kandung korban berharap kasus dugaan penganiyaan anaknya bisa segera dituntaskan oleh pihak kepolisian. Dirinya berharap pihak kepolisian bisa memberikan rasa adil untuknya.

Ia mengaku, sempat didekati beberapa pihak untuk mau berdamai. Tak tanggung-tanggung, ia diiming-imingi dengan uang mencapai nominal 50 juta agar mau berdamai. Namun dirinya tetap pada pendirian untuk mencari keadilan untuk anaknya.

” Ada beberapa orang tokoh di desa yang dekati saya untuk mau damai tapi saya tidak mau. Mereka rayu saya pakai uang tapi saya tidak mau. Saya cari keadilan untuk anak saya,” sebut Debora.

Diberitakan sebelumnya, anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan kepolisian. Diketahui wakil rakyat itu bernama Hendrikus Babys. Ia dilaporkan bersama istrinya, Semrys Oryanty Lette, ke Polsek Amanuban Selatan. Semrys sendiri juga menjabat sebagai Kepala Desa Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, TTS.

Keduanya dilaporkan oleh seorang warga bernama Apders Seo.Apders melaporkan Hendrikus Babys dan Semrys Oryanty Lette karena diduga sudah menganiaya dirinya.

Akibat penganiayaan tersebut, Apders mengalami luka pada kepala, bibir, dan tangannya.(DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.