oleh

Pospera Beri Apresiasi Kepada Polres TTS, Ini Alasannya

-Berita, Hukrim-199 Dilihat

Ket Foto:Ketua Pospera Kabupaten TTS, Yerim Yos Fallo.

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS.COM | SOE – Pospera Kabupaten TTS memberikan apresiasi kepada Polres TTS atas penetapan dua tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap Apders Seo. Penetapan tersangka tersebut, dikatakan Yerim Yos Fallo, Ketua Pospera Kabupaten TTS memberikan kepastian hukum dalam penanganan kasus tersebut.

” Kita memberikan apresiasi dan mendukung penyidik Polres TTS dalam menuntaskan penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap Apders Seo. Penetapan dua tersangka dalam kasus tersebut telah memberikan kepastian hukum dalam penanganan kasus itu,” ungkap Yerim.

Baca juga. https://www.suaratts.com/anggota-dprd-tts-dan-istrinya-ditetapkan-sebagai-tersangka-kasus-penganiayaan/

Dirinya memastikan Pospera akan terus mengawal hingga ada vonis untuk kasus itu. Dirinya juga meminta polisi untuk bertindak profesional dalam penanganan kasus tersebut. Jangan sampai, ada perlakuan yang berbeda hanya karena tersangka dalam kasus tersebut merupakan anggota DPRD Kabupaten TTS dan kepala desa.

” Semua orang sama di mata hukum. Tidak boleh ada perbedaan perlakukan. Kami akan mengawal kasus ini hingga vonis pengadilan,” tegas Yerim.

Diberitakan sebelumnya, Anggota DPRD TTS dari Fraksi Nasdem, Hendrikus Babys dan istrinya, Semrya Lette ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Apders Seo, warga Desa Noemuke Kecamatan Amanuban Selatan. Untuk diketahui, Semrys Lette merupakan Kepala Desa Noemuke.

Kasus penganiayaan ini terjadi pada 18 Agustus 2021 silam, bermula ketika korban pergi ke kali Noemuke untuk mencuci sepeda motornya. Karena motornya tidak ada lampu, seorang teman korban yang menggunakan sepeda motor Yupiter menawarkan bantuan untuk menyenter dari belakang.

Namun saat tiba di dekat rumah jabatan kepala desa, tiba-tiba teman korban yang mengendarai sepeda motor Yupiter berbelok sehingga membuat dirinya marah dan memaki temannya.

Teriakan makian korban didengar oleh kades Noemuke dan dikira korban memaki dirinya.

Sang Kades yang marah langsung mengikuti korban dengan menggunakan mobil yang dikendarai suaminya.

Sesampainya di kali Noemuke, korban langsung mencuci sepeda motornya. Tiba-tiba datanglah kades bersama suaminya yang langsung menganiaya korban.

Kades diketahui memukul korban menggunakan bebak pada bagian punggung, tangan dan kaki.

Sedangkan suami sang kades yang merupakan anggota DPRD Kabupaten TTS, Hendrikus Babys memukul korban dengan menggunakan kepalan tangan pada bagian mulut hingga terjatuh. (DK)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.