oleh

Polres TTS Gelar Operasi Lilin Mulai 23 Desember 2021.

Ket Foto. Nampak Suasana Rapat Koordinasi  Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Ranakan di Mapolres TTS

Laporan Reporter SUARA TTS .COM

SUARA TTS .COM | SOE – Dalam rangka mewujudkan Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat ( Sitkamtibmas) yang kondusif bagi masyarakat dalam merayakan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di masa Pandemi Covid-19, Polres Timor Tengah Selatan menggelar Rapat Koordinasi Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Ranakan.

Rapat yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 20 Desember 2021 pukul 10.40 WITA, bertempat di ruang PPKO Mapolres TTS.

Kurang lebih 50 orang hadir dalam kegiatan di Wilayah Hukum Polres TTS tersebut yang dibuka langsung oleh Kapolres TTS AKBP Andre Librian S. I. K.

Hadir dalam kegiatan rapat adalah Wakil Bupati TTS Jhonny Army Konay, SH, Dandim 1621/TTS Letkol Arm Roni Hermawan, SH. MM, Kaban Kesbangpol George Dominggus Mella, Kasat Pol PP Yopich Magang, perwakilan Kementerian Agama TTS,
Para Perwira Polres TTS,Tokoh Agama, Ketua Banser TTS, Ketua Senkom, Ketua K2S dan Tokoh Pemuda.

Kapolres TTS (AKBP Andre Librian S. I. K membuka sekalian menutup rapat berharap perayaan Natal dapat dilakukan secara hikmah, damai, dan menyambut perayaan Tahun baru 2022 bisa berjalan dengan lancar tertib sesuai dengan apa yang menjadi cita-cita bersama.

Dikatakan perlu melibatkan seluruh pihak dalam pelaksanaan hari raya Natal 2021 dan tahun baru 2022 karna ini menjadi tanggung jawab bersama guna tercapainya Kabupaten TTS aman, tentram,dan damai.

Operasi Lilin akan dilakukan mulai tanggal 23 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 dengan melibatkan personil Polri sebanyak 87 orang.

Wakil Bupati TTS, Jhonny Army Konay, SH pada kesempatan tersebut menyampaikan tiga hal diantaranya berkaitan dengan kerjasama antara TNI, Polri dan Pemda dalam pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Ia juga mengingatkan agar saat dilakukan tilang kendaraan bermotor perlu diutamakan faktor keamanan.

Selain itu juga toleransi antar umat beragama tetap dijaga agar tidak terjadi ketersinggungan.

Sementara itu Dandim 1621/TTS, Letkol Arm Roni Hermawan, SH.MM meminta agar sinergitas antar semua pihak tetap terjaga.

Terkait Kondusifitas, sudah ada regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat yang telah di sampaikan ke level daerah.

Karna itu dalam pelaksanaan di lapangan harus disampaikan kepada masyarakat dengan jelas sesuai dengan apa yang disepakati bersama.
Hal ini dilakukan berhubung masyarakat yang diedukasi punya pemikiran kritis atau luas dengan aturan pemerintah.

Terkait dengan situasi di sekitar, maka harus mempunyai prinsip deteksi dini dan cegah dini sehingga jika ada perkembangan di lapangan maka segera diatasi dengan cepat melapor karena apabila laporan lambat situasinya akan berubah dengan cepat.

“Kita harus memiliki jaring-jaring di lapangan agar dapat berkomunikasi dengan cepat sehingga kita dapat mengambil tindakan dengan cara mencegah”,ujar Dandim Roni.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.