oleh

Politeknik Pertanian Kupang Gandeng Kemendikbud Ristek & BDSP Soe Lakukan Riset Pupuk Bio 3.

Ket Foto. Nampak Jhys Baok bersama tim peneliti dari Politeknik Pertanian Negeri Kupang memamerkan pupuk organik cair Bio 3.

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE- Politeknik Pertanian Negeri Kupang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,Riset dan Teknologi serta Bisnis Development Service (BDSP) Soe melakukan penelitian di Kabupaten Kupang dan TTS.

Adapun judul riset dan penelitian adalah ” PENINGKATAN KUALITAS PUPUK ORGANIK CAIR BIO-3 PLUS
PADA SPESIFIK TANAMAN HORTIKULTURA SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUKSI TANAMAN ORGANIK “

Tim riset dan penelitian diketuai oleh Ir Eko H.A Juaningsi, M.Si dan anggota Lena Walunguru SP, M.Si , Ketlin Panjaitan, I Komang Sudarma, Korinus, dan Yuven Silla.

Untuk Kabupaten TTS, ada dua titik yang jadi tempat penelitian yakni Desa Tobu dan Desa Noinbila sedangkan Kabupaten Kupang lokasinya di Desa Raknamo, Tanah Merah dan Noelbaki.

Pupuk organik cair Bio 3 merupakan hasil produksi Ketua BDSP Soe,Johanis Imanuel Baok yang juga ASN pada Balitbangda TTS.

Salah satu tim peneliti Lena Walunguru SP, M.Si kepada SUARA TTS.COM,Minggu 14 Mei 2022 mengatakan dalam riset ini pihaknya fokus kembangkan pupuk organik cair bio 3 menjadi Bio 3 Plus.

“Bio 3 kita buat spesifik pada tanaman holtikultura yakni sayuran daun, sayuran buah dan umbi . Dalam kegiatan riset ini kita mau cari tau dosis dan konsentrasi yang cocok untuk setiap jenis sayuran tersebut”,papar Lena.

Dikatakan dalam riset ini, pihaknya lakukan pada komoditi yang sudah spesifik seperti sayuran daun ( brokoli, pitsae, kol ungu) sedangkan sayuran buah (cabe besar, paprika, tomat) dan umbi ( wortel sama bawang merah).

Selain itu juga dilakukan penelitian terhadap buah tahunan dan semusim.Di TTS ada Apel sehingga dikhususkan pada pembibitan dan juga ketahanan terhadap virus.

Ket Foto. Nampak Tim Peneliti Berpose bersama di salah satu lokasi penelitian.

Dikatakan hingga saat ini penelitian sudah sampai pada tahap persiapan lahan bahkan ada lokasi yang telah ditanami cabe dan tomat sedangkan lokasi lainnya menyusul.

Penelitian ini dimulai sejak bulan November 2021 hingga November 2022 dengan melibatkan 45 mahasiswa program studi TH. Tak ketinggalan setiap lokasi menyertakan kelompok tani yang dikoordinir oleh Jhys Baok.

Sementara itu Ketua tim Riset dan penelitian Ir Eko H.A Juaningsi M.Si mengatakan sebenarnya isu dari penelitian adalah pertanian organik karna itu setiap kegiatan pertanian perlu memperhatikan lingkungan.

“Kami harap pupuk cair organik ini jadi alternatif salah satu pupuk organik cair yang bisa di manfaatkan petani guna mendukung pertanian ramah lingkungan”,Ujar Eko.

Tak hanya berharap pupuk cair dikenal dan dipakai oleh petani tapi pihaknya sedang upayakan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) pupuk organik cair untuk mendapatkan sertifikat organik.

“Kami berterima kasih kepada kelompok tani karna lahan yang digunakan adalah lahan organik.
Untuk cari lahan organik itu tidak mudah namun berkat bantuan Pak Jhys Baok”,Tutup Eko yang punya keahlian di bio teknologi ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.