oleh

PMPB NTT Gandeng KIPDA TTS Gelar Penyuluhan Covid-19 Bagi Kaum Difabel.

-Berita-169 Dilihat

Ket Foto.Nampak Suasana Penyuluhan di sekretariat KIPDA TTS Inklusif

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – Perhimpimpun Masyarakat Penanggulangan Bencana (PMPB) NTT yang didukung oleh CWS Internasional lewat Proggram Pulih Bersama menggandeng Komite Penyandang Disabilitas (KIPDA) TTS inklusif mengadakan Penyuluhan Pencegahan Penularan dan Penanganan Covid 19 bagi Penyandang Disabilitas yg sasarannya ada di dalam Kota SoE.

Kegiatan berlangsung Jumat 10 Juni 2022 bertempat di Sekretariat KIPDA TTS inklusif bilangan SMK Kristen Harapan Soe, Kelurahan Nonohonis, Kecamatan Kota Soe.

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan berjumlah 25 Orang penyandang disabilitas yang berasal dari Kelurahan Nonohonis dan Pengurus Komite Penyandang Disabilitas TTS.

Maria Natalia Bau Mau, Projeckt Officer PMPB di Kabupaten TTS dalam pemaparannya mengatakan kegiatan ini adalah Interactive sessions by local leaders and Comunity influencers.

Tujuan dari kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan kaum divabel tentang Covid 19 dan Penyebarannya,Gejala Covid 19,Penyebab Covid 19,Promkes Covid, Mitos dan Fakta Covid dan Vaksin, alur mekanisme dan rujukan Covid bagi Penyandang Disabilitas di TTS yang juga adalah kelompok rentan.

Dua orang pemateri lainya yakni Imanuel Nuban Ketua KIPDA TTS inklusif dan Jefry Tse Koordinator KIPDA Kecamatan Amanuban Barat dan Kuatnana mengawali dengan melakukan test awal untuk mengukur pemahaman awal peserta tentang Covid dan selanjutnya sesi penyuluhan /informasi.

Imanuel Nuban tampil sebagai pemateri pertama mengulas tentang sejarah Covid,apa Covid, jenis Covid, cara penularannya, kunci pencegahan,mengenal gejala umum dan khusus, dan tindakan yang dilakukan apabila terinfeksi.

Selain itu ia menjelaskan beberapa point penting yang harus dilakukan bila Penyandang Disabilitas terinfeksi.

Ket Foto.Nampak para peserta saat pose bersama.

“Garda terdepan adalah peran keluarga dari difabel penyintas covid dengan pendampingan isolasi mandiri, pendampingan pemeriksaan di Rumah Sakit,pendampingan untuk minum obat, memberikan makanan yg bergizi, dan beristirahat yg cukup.Dan yg paling penting apabila taati prokes, ikuti aturan pemerintah, semua akan aman dari virus Covid 19 sehingga bisa beraktifitas dengan baik didalam dan di luar rumah”.Pungkas Ima.

Sementara itu Pemateri kedua, Jefry Tse mengulas tentang jenis-jenis vaksin, akses dan layanan vaksin yg aksesibilitas bagi penyandang Disabilitas, mitos dan fakta vaksin covid, dan cara menangkal berita hoax covid. Menurut Jefry yang menyoroti sarana dan aksesibilitas.

“Akses dan layanan vasinasi Covid 19 yang perlu di sediakan oleh pemerintah dan lembaga non pemerintah bagi penyandang Disabilitas harus dilokasi yang strategis dan memiliki aksesibilitas yang ramah terhadap penyandang dan bukan sebaliknya “.Tutur Jefry.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.