oleh

Petani 57 Tahun di TTS Ditemukan Tewas di Tengah Sawah

-Berita-402 Dilihat

Foto : Kapolsek Amanuban Selatan Ipda Markus Tameno

Laporan Reporter SUARA TTS .Com

SUARA TTS .COM | SOE – Eliaser Sila (57), petani asal Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan ditemukan tewas di tengah sawah, Sabtu 25 Desember 2021 pagi.

Eliaser ditemukan dalam posisi berbaring di sawah dengan cangkul yang berada tepat di antara kedua kakinya.
Berdasarkan keterangan saksi Marsel Sila (21) dan Yahya Tobe(48) dikatakan Kapolsek Amanuban Selatan Ipda Markus Tameno, pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.30 WITA, saksi sempat melihat korban berjalan menuju ke sawah.

Tak beberapa lama kemudian, saat saksi hendak membeli rokok, saksi masih melihat korban sedang mencangkul sawah miliknya.

Usai membeli rokok, saksi lalu siap hendak ke gereja. Dalam perjalanan menuju gereja, saksi kembali melewati sawah milik korban.

Ket Foto. Nampak Mayat ditemukan di tengah sawah

Saat itu, saksi melihat korban dalam posisi berbaring di sawah. Penasaran, saksi lalu mendekati korban dan mendapati korban sudah tidak bergerak lagi. Mata dan mulut korban dalam keadaan terbuka tetapi sudah tidak bernapas.

Mengetahui korban sudah meninggal, saksi memutuskan untuk pulang kembali guna mengambil handphone dan menghubungi Bhabinkamtibmas.

” Saksi Yahya Tobe ini yang pertama kali menemukan jenazah korban dan langsung melaporkan informasi tersebut kepada anggota kita,” ungkap Ipda Markus.

Usai mendapat informasi tersebut lanjut Ipda Markus, bersama Aipda Mustava Achamad, Bhabinkamtibmas, Bripka Cherry Tabun dan Kanit IK Bripka Kristian Asa, dirinya langsung turun ke lokasi kejadian. Di dekat jenazah korban ditemukan sebilah parang, satu buah pacul gagang kayu, satu buah tas warna biru milik korban yang berisi sirih pinang dan tembakau.

Pihaknya lalu melakukan koordinasi dengan Puskesmas Panite guna melakukan visum. Dari hasil visum yang dilakukan dr. Mersy Langko diketahui korban sudah meninggal kurang lebih 3 jam dan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Korban diduga meninggal wajar dan untuk mengetahui lebih pasti sebab kematian korban harus dilakukan Autopsi atau bedah mayat oleh Forensik.Namun dari pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima kematian korban sebagai ajalnya.

” Dari hasil visum yang dilakukan oleh dokter tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima kematian korban sebagai ajalnya,” terangnya.

Jenazah korban lalu diserahkan kepada pihak keluarga guna dimakamkan.
” Setelah pihak keluarga membuat surat penolakan untuk dilakukan autopsi dan menerima kematian korban sebagai ajalnya, jenazah korban kita serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.