oleh

Penyuluhan Hukum, Kejari TTS Gelar Program Jaksa Masuk Sekolah

-Berita-1459 Dilihat

Ket Foto.Nampak suasana penyuluhan hukum yang dilakukan oleh Jaksa

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS.COM | SOE– Kejaksaan Negeri Timor Tengah Selatan (TTS) melalui Bidang Intelijen melaksanakan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di MTs Al Ikhlas Soe, Senin tanggal 21 Februari 2022 pukul 10.00 WITA.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Plh. Kejari TTS,I Made Santiawan, S.H,
Kepala Seksi Intelijen Kejari TTS I Putu Eri Setiawan, S.H, Jaksa Fungsional Kejari TTS ,Faiz Dhiyaul Haq Nurmanda, S.H ,Staf Tata Usaha Kejari TTS , Kepala MTs Al Ikhlas Soe Fitriyadi, S.Pd, dan perwakilan siswa-siswi MTs Al Ikhlas Soe yang berjumlah 50 orang.

Kasie Intel Kejari TTS,
I Putu Eri Setiawan, S.H. dalam siaran pers mengatakan Jaksa Masuk Sekolah atau disingkat JMS merupakan program Kejaksaan Agung RI dan jajaran Korps Adhyaksa di seluruh wilayah Indonesia yang lahir berdasarkan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor : 184/A/JA/11/2015 tanggal 18 Nopember 2015 tentang Pembentukan Tim Jaksa Masuk Sekolah.

Dikatakan, kegiatan Jaksa Masuk Sekolah adalah Penyuluhan Hukum yang merupakan salah satu tugas dan fungsi Kejaksaan khususnya di bidang intelijen.

Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, termasuk kepada pelajar yang bertujuan untuk memberikan pengenalan sejak dini kepada pelajar.

Program Jaksa Masuk Sekolah ditujukan kepada pelajar Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas untuk memperkaya pengetahuan pelajar
terhadap hukum dan perundang-undangan serta menciptakan generasi baru yang taat hukum dengan
tujuan “Kenali Hukum Jauhkan Hukuman”.

Dalam kegiatan Jaksa Masuk Sekolah kepada siswa-siswi MTs Al Ikhlas Soe mengangkat tema tentang Kejaksaan, Perlindungan Anak dan Bahaya Narkotika.

Dijelaskan, dipilihnya tema Kejaksaan, Perlindungan Anak dan Bahaya Narkotika pada pelaksanaan program JMS kali ini dikarenakan tingginya kasus pemerkosaan atau pelecehan seksual baik yang
dilakukan oleh anak maupun anak sebagai korban di wilayah hukum Kejaksaan Negeri TTS.

Selain itu juga pengenalan bahaya Narkotika serta akibat hukum yang ditimbulkan, sehingga dengan
memberikan materi tersebut diharapkan dapat mengurangi kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual serta mencegah terjadinya penyalahgunaan Narkotika yang terjadi di TTS.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.