oleh

Pendamping Desa di TTS Ikut Pilkades 

Ket. Foto: Koordinator Kabupaten Tenaga ahli pemberdayaan masyarakat Kabupaten TTS, Ida Maharani Lamabelawa.

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS. COM | SOE – Dua orang Pendamping Lokal Desa (PLD) dan dua Pendamping Desa (PD) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) ikut dalam perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2022. Sesuai regulasi, PLD maupun PD yang maju sebagai calon kepala desa harus mengajukan cuti khusus kepada Satker Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

” Baik PLD maupun PD bisa ikut mendaftar sebagai calon kepala desa tanpa harus memundurkan diri. Sesuai Surat Perjanjian Kerja (SPK) Tahun 2022, Pasal 3 ayat 2 huruf i menerangkan, PLD maupun PD mengajukan cuti khusus secara tertulis kepada pihak ke 1 setelah ditetapkan calon anggota legislatif, calon kepala daerah/wakil kepala daerah, calon kepala desa, tim pemenangan dalam pemilihan presiden, tim pemilihan legislatif dan atau tim pemilihan kepala daerah. Sejauh ini sudah ada 2 PLD dan 2 PD yang mengajukan cuti khusus,” ungkap koordinator Kabupaten Tenaga alih pemberdayaan masyarakat Kabupaten TTS, Ida Maharani Lamabelawa kepada SUARA TTS. COM, Senin 4 April 2022.

Hingga saat ini dikatakan Ida, pihaknya masih menunggu surat persetujuan dari Satker atas empat pengajuan cuti khusus tersebut.

” Cuti khusus ini paling singkat 1 bulan dan maksimal 2 bulan. Kita arahkan PLD maupun PD agar mengambil cuti khusus 1 bulan sehingga tidak terlalu lama meninggalkan desa dampingan,” ujarnya.

Untuk diketahui, mulai senin 4 – 11 April 2022 sudah mulai dibuka pendaftaran untuk calon kepala desa. Para bakal calon yang sudah mengurus kelengkapan persyaratan sudah mulai mendaftar kepada panitia Pilkades desa.

Diberitakan sebelumnya, Pilkades Naifatu yang sempat ditunda Bupati TTS, Egusem Piether Tahun pada tahun 2021 terancam batal terlaksana pada tahun 2022 ini.

Pasalnya hingga kini panitia Pilkades Naifatu belum juga terbentuk sedangkan tahapan Pilkades saat ini sudah memasuki tahapan validasi Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4).

Lambatnya pembentukan Panitia Pilkades tak lepas dari penolakan yang dilakukan oleh masyarakat Naifatu. Dimana masyarakat Naifatu menghendaki agar Hasil Pilkades tahun 2021 digunakan dan calon kades terpilih segera dilantik.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kadis PMD) Kabupaten TTS, Nikson Nomleni membenarkan jika pembentukan panitia Pilkades Naifatu terlambat.

Untuk itu, Bupati Tahun telah melantik PLT Kepala Desa Naifatu guna memproses pembentukan panitia Pilkades. Namun mengingat tahapan yang telah lewat, kemungkinan besar Pilkades Naifatu batal digelar. (DK)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.