oleh

Pemdes Meusin Berupaya Maksimalkan Sumber Air Untuk Kebutuhan Masyarakat.

-Berita-171 Dilihat

Ket Foto. Kepala Desa Meusin, Paul Silla sedang melihat tempat penampungan air di RT 02.

Laporan Reporter SUARA TTS .COM

SUARA TTS .COM | SOE – Pemerintah Desa Meusin, Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Segera berupaya memanfaatkan secara maksimal sumber air yang ada di wilayah tersebut untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Meusin, Paul Silla kepada Suara TTS .com, Rabu 15 Desember 2021.

Dikatakan melalui program Pamsimas tahun 2021, air saat ini sudah bisa dijangkau masyarakat di beberapa RT.

Ket Foto. Nampak warga Sedang antri mengambil air

Sisanya pemerintah desa sudah melakukan perencanaan agar memperluas jaringan air untuk masyarakat di beberapa RT yang belum terjangkau pada tahun 2022.

“Sudah masuk dalam perencanaan dan akan kita realisasikan pada tahun depan. Alokasi dari dana desa untuk perluasan jaringan air”,ujar Kades Paul Silla kepada Suara TTS.com melalui layanan telepon.

Ketika ditanya sumber air, Paul mengatakan ada sumber air Siam dan Oepoi yang bisa menjangkau masyarakat meskipun debit turun di bulan Oktober dan November.

Ia mengaku masyarakat masih kekurangan air karna itu pihaknya terus berupaya menjawab kebutuhan masyarakat.

Dirinya juga memberikan apresiasi kepada anggota DPRD TTS, Askenas Afi yang sering distribusi air secara gratis kepada masyarakat.

” Saya mengucapkan terimakasih kepada pak Kenas yang sering distribusi air bagi masyarakat secara gratis. Memang sampai saat ini debit air masih kurang, curah hujan juga minim”,ujarnya.

Sementara itu 27 KK yang berada di RT 01/ RW 01 Dusun 1 mengaku sangat kesulitan air bersih sehingga berinisiatif swadaya untuk mendekatkan air ke masyarakat.

“Kami saat ini mengalami kekeringan dan kami pernah mengadu ke pemerintah desa tapi pemerintah belum menjawab permintaan kami, padahal ini sangat bagus untuk memudahkan masyarakat dalam kesulitan air bersih saat ini”.ujar Nus Afi kepada Suara TTS.com beberapa waktu lalu.

Dikatakan ada sumber air namun jauh dari pemukiman sehingga warga berinisiatif swadaya dan saat kurang sekitar 200 Meter untuk sampai ke pemukiman.

Swadaya yang dilakukan 27 KK berupa patungan untuk membeli pipa.

“Kita patungan per KK 350 ribu untuk beli pipa. Sekarang masih kurang 200 Meter untuk sampai ke pemukiman warga. Semoga ini bisa jadi perhatian pemerintah desa karna masyarakat sangat membutuhkan”,harapnya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.