oleh

Pemdes Bena Lakukan Upaya Penanganan Stunting

-Berita-97 Dilihat

Ket Foto. Nampak Babinsa sedang memantau pemberian makanan tambahan

Laporan Reporter SUARA TTS .COM

SUARA TTS .COM | SOE Pemerintah Desa Bena telah memulai penanganan stunting sejak tanggal 10 Desember 2021 dan kini sudah memasuki hari ke 35 dari waktu yang ditentukan adalah 90 hari.

Upaya penanganan Stunting dipimpin langsung oleh Kaur Kesra Desa Bena, Jeni M. A, Snae dan Ketua kader Posyandu, Matilda Nuban.
Kegiatan tersebut selalu dimonitor oleh Babinsa Desa Bena Serda Bonifasius Suhardi, A.Md

Bentuk penanganan yang diberikan antara lain pemberian makanan untuk perbaikan gizi kepada 4 orang balita gizi buruk stunting dan 4 orang ibu hamil.

Baik ibu hamil maupun balita gisi buruk masing – masing mendapatkan jatah makan pagi, siang dan malam.

Adapun menu yang diberikan antara lain : sayur – sayuran, ikan/daging, tahu/tempe, buah – buahan, bubur kacang hijau, susu dan
telur ayam.

Untuk makan pagi : sayur sawi, wortel, telur rebus dan susu. Makan Siang : sup ayam, daun ubi kayu dan bunga pepaya dan untuk makan Malam : antara lain buncis, tahu/ tempe , ikan dan susu.

Jeni A. M. Snae, Kaur Kesra Desa Bena kepada SUARA TTS .COM, Sabtu 15 Januari 2022 menyampaikan rasa terima kasih kepada Babinsa yang selalu hadir mendampingi kegiatan di desa termasuk perhatian penuh kepada kegiatan penanganan balita gizi buruk atau Stunting dan Ibu Hamil.

Dirinya berharap keempat orang ibu hamil yang masuk dalam daftar penerima makanan tambahan selalu tepati waktu.

Sementara itu, Babinsa Sersan Dua Boni Fasius Suhardi, A. Md dalam arahannya kepada ibu ibu dan warga setempat menyampaikan bahwa sebagai warga negara masyarakat perlu berterima kasih kepada Negara yang telah memberikan perhatiannya
melalui Pemerintah Desa.

Ini bentuk dukungan kepada Pemda TTS yang berkomitmen untuk menghapus stunting atau gizi buruk termasuk kemiskinan, mulai dari tahun ini diharapkan kita mencapai tujuan itu paling tidak awal tahun 2023.

“Saya harap kita hanya disiplin waktu untuk hadir menikmati menu makanan yang sudah disiapkan oleh petugas Kader Posyandu, pagi, siang dan malam”,pintanya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) optimis bahwa stunting akan dihapus dari wilayah TTS pada tahun 2022 atau paling tidak memasuki awal tahun 2022.

Hal itu diungkapkan Bupati TTS, Egusem P. Tahun saat memberikan sambutan dihadapan Danrem 161/WS dan rombongan dalam acara kunjungan ke peternakan ayam KUB di desa Noenbila, Kecamatan Mollo Selatan pada 6 Januari 2022.

Berkaitan dengan hal tersebut, Pemda TTS telah t menggalakan semua Posyandu yang ada untuk mengatasi persoalan stunting.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.