oleh

NTT Kehilangan Salah Satu Putra Terbaik, Frans Lebu Raya Berpulang

Ket. Foto: Nampak mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya sedang mencium cicin yang dikenakan Paus.

Laporan Reporter SUARA TTS .Com

SUARA TTS .COM | SOE – Mantan Gubernur NTT dua Periode ( 2008-2018), Frans Lebu Raya meninggal dunia, Minggu 19 Desember 2021 siang di RS Sanglah Bali.

Frans sebelumnya diketahui sempat menjalani perawatan medis di RS Sanglah Bali sejak awal Desember sebelum akhirnya meninggal dunia pada Minggu siang.

Kabar kepergian politisi PDI Perjuangan tersebut cukup mengagetkan warga NTT. Pasalnya, usai mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur NTT, informasi terkait sepak terjang Frans Lebu Raya sudah jarang terdengar.

Tak hanya soal sepak terjangnya, informasi terkait sakitnya pun hampir tak ada. Hal inilah yang membuat masyarakat NTT kaget saat dengar kepergiannya.

Ucapan Duka cita langsung mengalir atas kepergian Frans Lebu Raya. Bupati TTS, Egusem Piether Tahun dalam postingan di group Facebook Bupati TTS 2019-2024 menyampaikan rasa duka cita atas kepergian mantan orang nomor satu di NTT tersebut.

Tak hanya Bupati Tahun, Anggota DPR RI, Yohanis Fransiskus Lema juga menyampaikan rasa terkejutnya atas kepergian sosok politisi PDI Perjuangan tersebut. Dalam akun Facebooknya, Ansy menulis ” Terkejut dan sedih mendengar senior PDI Perjuangan, Gubernur NTT dua periode, Bapak Frans Lebu Raya meninggal dunia siang ini. Selamat jalan senior, beristirahatlah dalam damai abadi di Surga” tulis Ansy.

Ketua DPC Hanura Kabupaten TTS, Marthen Tualaka juga terkejut atas kepergian mantan Gubernur NTT tersebut. Dirinya mengaku, selama ini tidak pernah mendengar informasi jika sang mantan Gubernur dalam keadaan sakit. Sehingga kepergian Frans Lebu pada Minggu siang membuatnya kaget.

Kepada SUARA TTS .Com Marthen mengaku, sebagai pengagum politisi PDI Perjuangan tersebut. Bawaanya yang tenang dan murah senyum, membuat Marthen kagum dan mengidolakan sosok Frans Lebu Raya.

Marthen sendiri memiliki kenangan bersama Frans Lebu sewaktu Frans Lebu Raya masih menjabat sebagai Wakil Gubernur NTT mendampingi Piet A. Tallo, Gubernur NTT.

Kala itu, Marthen yang merupakan ajudan pribadi dari Piet A. Tallo menjadi saksi hidup bagaimana Frans Lebu Raya dan Piet A. Tallo yang sempat terlibat gesekan politik berdamai dan berkomitmen untuk melanjutkan komitmen bersama yang sudah disepakati sebelumnya.

” Luar biasa, kedua pemimpin NTT itu (Piet A Tallo dan Frans Lebu Raya) sama-sama menanggalkan egonya masing-masing untuk masuk dalam satu ruang, duduk bersama dan menyelesaikan perselisihan antar keduanya.

Di akhirnya pertemuan tersebut, keduanya bahkan berlutut bersama untuk sama-sama berdoa,” kisah Marthen.

Dikutip dari Wikipedia, Drs. Frans Lebu Raya (18 Mei 1960 – 19 Desember 2021) adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2008-2018.

Ia terpilih menjadi Gubernur Nusa Tenggara Timur menggantikan Piet Tallo. Sebelumnya, ia merupakan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2003 hingga 2008 yang berpasangan dengan Piet Tallo (terpilih melalui sidang DPRD Nusa Tenggara Timur pada tahun 2003).

Ket Foto. Mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

Saat menjadi gubernur NTT, Frans Lebu Raya banyak melakukan gebrakan yang Pro Rakyat, dengan Spirit “Anggur Merah” (Anggaran Untuk Rakyat Menuju Sejahtera) Frans Lebu Raya meningkatkan perekonomian NTT.

Tanggal 19 Desember 2021 ia meninggal dunia di Rumah Sakit Sanglah Kota Denpasar, Bali]setelah menjalani perawatan di Intensive Care Unit (ICU) RSUP Sanglah, Denpasar sejak awal Desember 2021. Sebelumnya beliau sempat dirawat di RS Surya Husadha Denpasar Bali.(DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.