oleh

Ngadu Ke DPRD TTS, Warga Tubmonas Minta Arkelaus Sae Tak Lagi Maju Calon Kades.

-Berita, Politik-1020 Dilihat

Ket foto.Nampak warga Tubmonas sedang bertemu dengan komisi 1 di ruang Banggar DPRD TTS

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS.COM | SOE – Sejumlah masyarakat Desa Tubmonas, Kecamatan Kuatnana, Senin 7 Maret 2022 mendatangi Gedung DPRD TTS. Kedatangan masyarakat tersebut bermaksud untuk mengadukan beberapa persoalan yang ada  di Desa Tubmonas selama masa kepemimpinan Arkelaus Sae. Masyarakat juga meminta agar Arkelaus tidak lagi maju dalam Pilkades 2022 mendatang.

Habel Asbanu, mantan ketua TPBJ Tahun 2020 mengaku, hingga sampai saat ini honor mereka belum juga dibayarkan oleh sang Kades.

Tak hanya honor, upah tukang yang mengerjakan gedung PAUD tahun 2019 juga tak dibayarkan sehingga gedung Paud tersebut belum bisa dimanfaatkan.

” Gedung Paud dibangun dari 2019 hingga saat ini belum dimanfaatkan karena tukang tidak mau kasih kunci soalnya upah tak kunjung dibayarkan,” ungkap Habel saat bertemu sekertaris Komisi 1, Lusi Tusalakh, Anggota Komisi 1, Ratna Tali Dodo dan Jorang Fahik serta Melkianus Yosep Nenoliu, Kabid Pemerintah Desa, Dinas PMD Kabupaten TTS di ruang Banggar DPRD TTS.

Habel juga mengadukan beberapa pekerjaan fisik tahun 2021 yang hingga kini tak tuntas. Seperti pekerjaan dua unit deker, jalan cross way dan pekerjaan jalan rabat beton.

” Ada beberapa pekerjaan yang tidak tuntas karena Kades kasih turun bahan bangunan tidak lengkap. Masih banyak yang kurang,” ujarnya.

Habel yang didampingi 8 warga lainnya meminta agar Arkelaus tidak lagi maju dalam Pesta Pilkades. ” Kami minta agar dia tidak maju lagi. Ini orang urus Desa tidak betul. Mana uang dana desa dia kelola sendiri. Dia juga ada temuan itu dan ada kasus hukum di Polres,” terangnya.

Menyikapi pengaduan warga tersebut Sekertaris Komisi, Lusi Tusalakh mengatakan, komisi 1 akan mengagendakan untuk turun ke Desa Tubmonas guna menyikapi pengaduan itu. ” Nanti kita agendakan untuk turun ke desa. Kita akan lihat bagaimana pekerjaan fisik dana desa sekaligus mendapatkan klarifikasi dari Pak Desa,” terangnya.

Terkait permintaan masyarakat yang menghendaki agar Arkelaus tidak maju lagi, Melkianus Yosep Nenoliu, Kabid Pemerintah Desa menjelaskan, sebagai Petahana Arkelaus harus melengkapi 17 syarat yang wajib dilengkapi untuk mendaftar sebagai calon kepala desa. Salah satu syaratnya yaitu mengantongi surat bebas temuan dari inspektorat.

” Soal dugaan temuan yang disampaikan masyarakat nanti ada audit dari inspektorat sebelum mengeluarkan surat bebas temuan untuk petahana. Kalau tidak ada surat itu, petahana tidak akan lolos verifikasi berkas pendaftaran calon kades,” jelasnya.

Sementara itu, Kades Tubmonas, Arkelaus Sae yang dihubungi via telepon belum berhasil dikonfirmasi. Pasalnya Arkelaus sedang berada di luar rumah dan handphone di tinggal di rumah dengan alasan sedang di cas.

” Bapa desa ada turun ke masyarakat, Hp ada cas di rumah,” sebut seorang wanita yang mengangkat telepon dari SUARA TTS.COM.

Dikutip dari pos kupang.com, Sebelumnya Kepala Desa Tubumonas, Kecamatan Kuatnana, Arkelaus Sae ditahan penyidik Polres TTS, Rabu (15/5/2019) karena terjerat kasus penipuan dan penggelapan bahan bangunan.Kades Arkelaus terancam hukuman kurungan empat tahunan penjara.

Kapolres TTS AKBP Totok Mulyanto DS.,SIK yang dikonfirmasi pos Kupang melalui Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Jamari, SH.,MH membenarkan penahanan Kades Arkelaus. Sebelum ditahan, Kades Arkelaus sudah terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka.

*Penulis : (Dion Kota )*Editor (Erik Sanu)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar

  1. Dari Pengaduan Tersebut, Saya Sebagai Pemuda Desa Tubmonas Ikut Mendukung Tindakan Yg DiAmbil Oleh Bapa Habel Asbanu.
    Ya Karna Saya Juga Tau Seluk Beluknya Beliau Saya Sebagai Anak Muda Di Desa Tubmonas Saya Tidak Begitu Mengerti Dengan Peraturan Pemerintah Desa, Tapi Yg Perlu Saya Sampaikan Adalah Saling Menghargai Karna Yg Saya Lihat Selama Beliau Menjabat Kepala Desa Untuk Menghargai Orang Tua Di Dalam Kampung Itu Tidak Ada Sama Sekali Malah Orang Tua Juga Di Bentak² Di Ancam²
    Terimakasih. Salam Hormat