oleh

Mucikari Rangkap Operator Akun Michat, 1 Tahun Penjara Menanti AB.

-Berita, Hukrim-712 Dilihat

Ket Foto: Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Helmi Wildan,SH

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – AB (32), pria yang berperan sebagai muncikari dalam tindak pidana prostitusi online di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) diduga jadi Operator Akun Michat PSK,terancam 1 Tahun Penjara.

AB kini ditahan aparat Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini diungkapkan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) TTS, Iptu Helmi Wildan, SH kepada wartawan Rabu (31/8/2022).

Iptu Helmi mengatakan, AB merupakan operator akun michat milik seorang pekerja seks komersil berinisial MMN. Sebagai operator, AB berkomunikasi langsung dengan calon pelanggan.

Dalam setiap komunikasi dengan calon pelanggan, AB menentukan harga, tempat dan waktu layanan seks yang akan dilakukan oleh MMN.

“AB kita tahan sebagai muncikari, sementara empat PSK yang sempat kita amankan, tidak kita tahan,” ujar Helmi.

AB sendiri diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia lantas berpacaran dengan MMN lalu memanfaatkan kesempatan untuk menjadi muncikari.

Setelah polisi melakukan gelar perkara kasus itu lalu menetapkan AB sebagai tersangka yang dijerat Pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 1 tahun 4 bulan.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak lima orang Pekerja Seks Komersil (PSK) dan satu muncikari, ditangkap oleh aparat Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur.

Lima PSK yang ditangkap yakni MMN (41), PA (24), LMF (23), JT (26) dan ET (20).Sedangkan satu muncikari yakni seorang pria berinisial AB (32).

“Kita amankan mereka di dua hotel yang berbeda di Kota Soe ,” ujar Kepala Polres TTS, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, S.IK kepada wartawan, Senin (29/8/2022).

Menurut Gusti, para PSK dan mucikari diamankan setelah pihaknya menerima infomasi dari masyarakat tentang adanya transaksi layanan seksual di dua lokasi.(***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

3 komentar