oleh

Meski Sudah Ada Satu Tersangka, Pembunuhan Ibu dan Anak di Kupang Masih Menjadi Misteri

-Berita, Hukrim-238 Dilihat

Ket Foto . Korban Pembunuhan di Kupang

Laporan Reporter SUARA TTS .Com

SUARA TTS .COM | SOE – Meski penyidik Ditreskrimum Polda NTT telah menetapkan Randy Badjideh alias RB sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan ibu dan anak, Astri Evita Suprini Manafe (30) dan anaknya Lael Marcabell (1), kasus ini tetap saja masih menjadi misteri untuk publik.

Pasalnya, pihak kepolisian belum mampu mengungkap secara jelas terkait motif aksi sadis tersebut, kapan aksi pembunuhan dilakukan, dimana lokasi pembunuhan, menggunakan alat apa, dengan cara apa, siapa saja yang terlibat dan kenapa dikuburkan di Penkase, Kecamatan Alak.

Publik juga tak yakin jika RB merupakan pelaku tunggal dari pembunuhan sadis tersebut. Publik justru meyakini jika pembunuhan ibu dan anak tersebut merupakan aksi pembunuhan berencana dan dilakukan lebih dari satu orang.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Rishian Budhiaswanto, SH, SIK,MH dalam acara Ngobrol Asyik di Pos Kupang, Jumat 3 Desember 2021 meminta masyarakat untuk bersabar.

Menurutnya, penyidik masih mendalami terkait motif kasus tersebut, kapan dan cara pelaku menghabisi kedua korban.

” Kami sadar betul jika kasus ini menjadi atensi publik. Namun kami berharap masyarakat bisa bersabar. Penyidik masih bekerja mendalami kasus ini. Jika sudah jelas semua, maka akan kami sampaikan hal tersebut kepada publik,” ungkap Rishian.

Ditanya terkait kemungkinan penambahan tersangka dalam kasus tersebut, Rishian mengatakan, semua akan bergantung dari hasil penyidikan.

” Untuk sementara kita tetapkan satu orang tersangka, namun tidak menutup kemungkinan bisa saja bertambah. Semua tergantung dari hasil penyelidikan,” jelasnya.

Terkait alasan RB menyerahkan diri, Rishian menyebut RB menyerahkan diri karena merasa bersalah dan ketakutan. Terkait pemicu RB tega menghabisi nyawa ibu dan anak anak tersebut, Rishian menyebut masih didalami oleh penyidik.

” Pelaku merasa bersalah dan ketakutan usai menghabisi kedua korban,” sebutnya.

Sejauh ini dikatakan Rishian, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 24 saksi dan mengumpulkan 23 barang bukti. Barang bukti yang dikumpulkan di antaranya, linggis yang digunakan pelaku untuk menggali lubang, handphone pelaku dan mobil pelaku.

Dari handphone pelaku, diketahui jika selama ini pelaku dan korban melakukan komunikasi yang intens. Namun terkait status hubungan pelaku dan korban, Rishian mengaku, penyidik masih mendalami hal tersebut.

” Dari handphone pelaku yang kita amankan terungkap jika pelaku dan korban selama ini melakukan komunikasi yang intens,” paparnya.

Untuk diketahui, korban, Astri Evita Suprini Manafe (30) dan anaknya Lael Marcabell (1) keluar dari rumah pada 27 Agustus 2021. korban diketahui dijemput AR dan dibawa ke kos BY di belakang pasar Oebobo. Sesampainya di kos BY, korban dijemput RB dengan menggunakan mobil.

Pada Sabtu 30 Oktober 2021, kedua korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di lokasi pengerjaan SPAM kali dendeng. Kondisi kedua korban dalam keadaan rusak karena sudah membusuk dan sulit untuk dikenali.

Pada 25 November, berdasarkan hasil tes DNA dan forensik diketahui identitas dari kedua jenazah tersebut sebagai Astri Evita Suprini Manafe (30) dan anaknya Lael Marcabell (1).

Pada 2 Desember, RB datang ditemani anggota keluarganya ke Polda NTT dan mengaku sebagai pelaku pembunuhan terhadap kedua korban.

Pada 3 Desember, berdasarkan hasil pemeriksa dan barang bukti penyidik menetapkan RB sebagai tersangka pembunuhan Astri Evita Suprini Manafe (30) dan anaknya Lael Marcabell (1). RB dikenakan Pasal 338 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang dengan ancaman hukuman 15 Tahun Penjara.(DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.