oleh

Menolak Diajak Selingkuh, Guru Honorer di TTS Tak Diakomodir

-Berita, Hukrim-9177 Dilihat

Ket Foto. Kepala Dinas P K TTS, Dominggus Banunaek 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS.COM | SOE – Diduga akibat menolak ajakan selingkuh dari sang kepala sekolah berinsial TB, seorang guru di Kabupaten TTS berinisial FM tidak diakomodir sebagai guru honorer di SD Negeri Oenoah, Kabupaten TTS. FM disebut memiliki bukti rekaman ajakan selingkuh dari sang kepala sekolah nakal tersebut.

Untuk diketahui, FM sendiri sudah beberapa tahun menjadi guru honorer di sekolah tersebut. Namun untuk tahun 2022, sang kepala sekolah enggan mengakomodirnya.

Permasalahan ini diadukan FM kepada teman guru, tokoh masyarakat dan aparat desa. Usai mendapatkan pengaduan dari korban, aparat desa, tokoh masyarakat dan guru-guru SD Negeri Oenoah kompak membuat pengaduan ke Dinas Pendidikan dan juga DPRD TTS.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten TTS, Dominggus Banunaek membenarkan pengaduan terkait ulah nakal oknum kepala sekolah tersebut.

Ia mengaku, sudah membuat surat panggilan untuk kepala sekolah berinisial TB tersebut. Jika benar TB mengajak FM berselingkuh, maka TB akan dicopot dari jabatannya.

” Kita sudah panggil untuk BAP yang bersangkutan. Kalau benar seperti yang diaduhkan, pasti kita akan copot,” Ungkap Dominggus.

Dominggus mengaku, dugaan perselingkuhan bukan baru pertama kali menerpa TB. Sebelumnya, TB juga diketahui pernah berselingkuh.Selain dugaan selingkuh, TB juga diketahui malas masuk sekolah.

” Ini orang (TB) bukan yang pertama , tapi sudah pernah juga,” ujarnya.

Ket Foto. Wakil Ketua DPRD TTS, Yusuf Nikolas Soru.

Wakil Ketua DPRD TTS, Yusuf Soru geleng-geleng kepala usai membaca pengaduan dari tokoh masyarakat, aparat desa dan guru-guru SD Negeri Oenoah. Dalam waktu dekat, DPRD TTS akan memanggil yang bersangkutan guna mendapatkan klarifikasi atas pengaduan tersebut.

” Waduh ini kepala sekolah kok tingkahnya begini. Nanti kita panggil. Kita juga akan minta Dinas Pendidikan untuk tindak tegas,” pinta politisi PDI Perjuangan ini.

*Penulis Dion Kota *Editor Erik Sanu

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar