oleh

Melalui Program Jaksa Masuk Sekolah, Siswa Diminta Hindari Persoalan Hukum

-Berita, Hukrim-240 Dilihat

Ket foto. Nampak Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah di SMKN 2 Soe

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS.COM | SOE – Kejaksaan Negeri (Kejari) TTS menggelar kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMK Negeri 2 Soe,Selasa 22/2/2022.

JMS merupakan program Kejaksaan Agung RI dan jajaran Korps Adhyaksa di seluruh wilayah Indonesia yang lahir berdasarkan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor: 184/A/JA/11/2015 tanggal 18 Nopember 2015 tentang Pembentukan Tim Jaksa Masuk Sekolah.

PLT Kejari TTS,I Made Santiawan,SH mengatakan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah adalah Penyuluhan Hukum yang merupakan salah satu tugas dan fungsi Kejaksaan khususnya di bidang intelijen.

Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, termasuk kepada pelajar yang bertujuan untuk memberikan pengenalan sejak dini kepada pelajar.

Dalam pemaparannya, Ia meminta kepada siswa-siswi di sekolah tersebut untuk menghindari masalah hukum yang bisa menjerat mereka dengan Undang-Undang.

“Hindari UU ITE, jangan mempublikasi sesuatu yang berbaur pornografi melalui media sosial, jangan sampai kena UU ITE akibat salah menggunakan sosmed”,Katanya.

 

Kasi Intel Kejari TTS, I Putu Eri Setiawan mengatakan penyuluhan hukum yang dilakukan tim Kejari TTS merupakan program Kejaksaan Agung RI.

Program tersebut menurutnya pada semester pertama untuk 2 sekolah dan semester kedua 2 sekolah. Dengan demikian semester pertama sudah selesai karena kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) berlangsung di Sekolah Mts Al Ikhlas Soe dan kedua di SMK Negeri 2 Soe.

“Hari pertama pada Senin (21/2/2022) kemarin di Sekolah Mts Al Ikhlas Soe dan hari kedua di SMK Negeri 2 Soe yang berlangsung pada Selasa (22/2/2022),”Ucapnya.

Untuk semester II kata Kasi Intel, terhitung Juli-Desemeber 2022 akan kegiatan penyuluhan sadar hukum untuk 2 sekolah nanti.

Bukan saja untuk masyarakat, tetapi Kasi Intel Kejari TTS mengatakan termasuk kepada pelajar yang bertujuan untuk memberikan pengenalan sejak dini kepada pelajar.

Program JMS ditujukan kepada pelajar Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas untuk memperkaya pengetahuan pelajar terhadap hukum dan perundang-undangan serta menciptakan generasi baru yang taat hukum dengan tujuan “Kenali Hukum Jauhkan Hukuman”.

Dipilihnya tema Kejaksaan, Perlindungan Anak dan Bahaya Narkotika pada pelaksanaan Program JMS kali ini dikarenakan tingginya kasus pemerkosaan atau pelecehan seksual baik yang dilakukan oleh anak maupun anak sebagai korban di wilayah hukum Kejari TTS.

Selain itu juga pengenalan bahaya Narkotika serta akibat hukum yang ditimbulkan, sehingga dengan memberikan materi tersebut diharapkan dapat mengurangi kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual serta mencegah terjadinya penyalahgunaan Narkotika yang terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Salah satu siswa, Rendy Tlonaen mengaku senang dengan penyuluhan yang dilakukan oleh tim Kejari TTS.

Menurut siswa kelas 11 jurusan Teknik Audio Visual (TVA) ini,materi yang diberikan sangat membuka wawasan dan pengenalan siswa terkait masalah hukum yang bisa saja menjerat.

“Saya sangat senang dengan materi yang diberikan. Ini kita dapat bekal pengetahuan soal hukum yang bisa saja kita temui “, ujarnya

Untuk diketahui, hadir dalam kegiatan tersebut, Plh. Kejari TTS,I Made Santiawan, S.H, Kepala Seksi Intelijen Kejari TTS I Putu Eri Setiawan, S.H, Jaksa Fungsional Kejari TTS ,Faiz Dhiyaul Haq Nurmanda, S.H ,Staf Tata Usaha Kejari TTS , PLT Kepala SMKN 2 Soe On Fallo dan perwakilan siswa-siswi yang berjumlah 50 orang. (Erik Sanu)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.