oleh

Masyarakat Fatuulan Perjuangkan Pengelolaan Obyek Wisata Negeri Di Atas Awan

-Berita, Hiburan-581 Dilihat

Ket Foto.Pesona keindahan alam Negeri Di Atas Awan, Fatuulan, Kabupaten TTS

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS.COM | COM – Sejak tahun 2019 masyarakat Desa Fatuulan, Kecamatan Kie, Kabupaten TTS berusaha untuk mendapatkan Ijin Pakai Kawasan Hutan Lindung Fatuulan (Niamnam) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) guna bisa mengelola kawasan hutan tersebut menjadi obyek wisata. Pasalnya, hutan lindung tersebut memiliki potensi wisata yang luar biasa dan sudah mendapat julukan sebagai negeri di atas awan.

Namun sayangnya, lokasi yang indah itu belum dikelola sebagai obyek wisata.

” Sejak tahun 2019 kita sudah bangun komunikasi dengan UPT dan Dinas Kehutanan Propinsi NTT agar kita bisa dapat ijin pakai kawasan tersebut. Tapi sampai hari ini tidak ada jawaban. Sehingga kita belum bisa kelola kawasan tersebut sebagai kawasan wisata,” ungkap Kepala Desa Fatuulan, Nicodemus Natonis kepada SUARA TTS.COM, Rabu 9 Februari 2022.

Pemerintah Desa sendiri lanjut Natonis, telah membentuk BUMDES guna nantinya mengelola obyek wisata Negeri Di Atas Awan. Selain itu lewat dana desa tahun 2020, pihaknya telah mengalokasikan anggaran senilai 110 juta guna mendukung pengembangan obyek wisata Fatuulan nantinya. Namun pihaknya masih terkendala ijin pakai kawasan.

Pemerintah Desa juga mendapatkan bantuan senilai 50 juta dari Kementerian Sosial yang dimanfaatkan untuk membeli tenda camping. Hal ini dilakukan guna mendukung pengelolaan obyek wisata itu nantinya.

” Kalau ijin keluar, kita siap bangun gapura masuk, pos jaga, menyediakan tempat sampah dan fasilitas MCK guna menata obyek wisata tersebut. Kita hanya menunggu ijin saja,” ujarnya.

Masyarakat Desa Fatuulan dikatakannya, telah berkomitmen untuk memelihara dan menjaga kelestarian hutan lindung tersebut. Pemerintah Desa juga akan menggelar aksi penghijauan dan juga membuat Perdes tentang larangan memotong kayu di kawasan hutan.

” Kami siap memelihara dan menjaga kawasan ini. Tapi kami berharap kami juga diberikan ijin untuk mengelolanya sebagai lokasi wisata sehingga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” pintanya.

Anggota DPRD Kabupaten TTS dari Fraksi PDI Perjuangan, Pitersius Kefi mengatakan, pihaknya telah membangun komunikasi dengan Dinas Kehutanan Propinsi NTT, Ketua DPRD Propinsi NTT dan juga Anggota DPR RI, Yohanis Fransiskus Lema guna membantu memperjuangkan proses ijin pakai kawasan hutan lindung tersebut.

Potensi wisata Negeri Di Atas Awan jika dikelola dengan baik akan mendatangkan peningkatan ekonomi bagi masyarakat sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

” Sebagai wakil rakyat saya berada di barisan masyarakat Fatuulan dalam memperjuangkan ijin pakai kawasan ini agar bisa dikelola menjadi obyek wisata,” terangnya.

Dirinya juga akan membangun komunikasi dengan Bupati TTS dan Gubernur NTT agar bisa membantu mendorong Kementerian LHK untuk secepatnya mengeluarkan ijin pakai kawasan tersebut.

” Saya akan membangun komunikasi dengan Pak Bupati dan Pak Gubernur untuk sama-sama memperjuangkan hal ini. Semoga dalam waktu dekat ijin pakai kawasan ini bisa dikeluarkan,” harapnya. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.