oleh

Masyarakat Bonle’u Jenuh Dibohongi Terus Menerus.

-Berita-259 Dilihat

Ket. Foto: Nampak Obed Lim, tokoh masyarakat Bonleu sedang berbicara dihadapan Anggota DPRD TTS

Laporan Reporter SUARA TTS.Com

SUARA TTS | SOE – Obed Lim, tokoh masyarakat Bonleu mewakili masyarakat Bonleu menyampaikan isi hatinya dihadapan rombongan anggota DPRD Kabupaten TTS yang berkunjung ke Desa Bonleu, Rabu 13 Oktober 2021. Obed mengatakan, masyarakat Bonleu Jenuh dibohongi terus menerus terkait janji pembangunan jalan Bonleu.
” Kalau bohongi terus menerus juga kami jenuh pak. Biar ini air kami yang nikmati sendiri. Kami tidak minta lagi ke pemerintah,” ungkap Obed dengan nada kecewa.
Ditambahkan Gomer Pilis, masyarakat Bonleu siap menghadapi konsekuensi hukum jika pemerintah melihat apa yang dilakukan masyarakat salah dan melawan hukum.
” Kami siap hadapi proses hukum jika bapak kami (Bupati) melihat kami salah dan perlu diproses hukum.

Tapi kami ingatkan, janji tertulis yang disampaikan dalam kesepakatan itu kami masih simpan,” ujarnya dengan nada tegas.
Paul Olin berharap Bupati TTS, Egusem Piether Tahun bisa datang ke Desa Bonleu untuk bertemu masyarakat.

Pasalnya dalam kesepakatan yang dibuat dalam RDP, Bupati TTS juga membubuhkan tanda tangan.
” Kami berharap Bupati Tahun juga turun ke Desa Bonleu. Jangan hanya DPRD saja. Pak bupati juga tanda tangan kesepakatan itu,” pintanya.

Diberitakan sebelumnya, DPRD TTS memiliki gaya yang berbeda dengan Bupati TTS, Egusem Piether Tahun dalam menyikapi persoalan penutupan sumber air Bonleu.

Jika Bupati Tahun lebih memilih membawa masalah tersebut ke ranah hukum, DPRD TTS lebih memilih untuk turun ke Desa Bonleu bertemu dengan masyarakat menjelaskan duduk persoalan sehingga pekerjaan jalan Bonleu tak bisa dilakukan pada tahun ini.

Dipimpin Wakil Ketua 1 DPRD TTS, Religius Usfunan dan Wakil Ketua II, Yusuf Soru, rombongan anggota DPRD Kabupaten TTS, Roy Babys, David Boimau, Yupic Boimau, Mariana Lakapu, Emanuel Olin, Thomas Lopo, Viktor Soinbala, Roby Faot, Uria Kore, Lusi Tusalakh, Matheos Lakapu, Lorens Jehahu, Ruba Banunek dan Habel Hotti, Rabu 13 Oktober 2021 mendatangi Desa Bonleu.

Di bawah pohon kesambi beralaskan batu, para wakil rakyat duduk bersama masyarakat desa Bonleu.

Religius Usfunan menjelaskan, ada beberapa alasan sehingga jalan Bonleu tidak bisa dikerjakan pada perubahan APBD Tahun 2021. Dirinya menyebut, keterlambatan penetapan APBD, waktu yang terlalu sempit dan musim hujan yang sudah dekat menjadi pertimbangan sehingga jalan tersebut tidak bisa dikerjakan di tahun ini.(Din)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.