oleh

Massa Pendemo Robohkan Pagar Kantor Bupati TTS, Lagi Bupati Tahun Tak Temui Massa

-Berita, Politik-1825 Dilihat

Ket Foto. Nampak Massa Pendemo saat hendak merobohkan pagar kantor Bupati TTS.

Laporan Reporter SUARA TTS.COM 

SUARA TTS. COM | SOE – Massa pendemo gabungan dari Araksi dan Pospera TTS mendobrak pagar kantor bupati TTS sebagai buntut tak diijinkan masuk oleh Satpol PP, Rabu 9 Maret 2022.

Massa yang berjumlah kurang lebih 60 orang tersebut mendorong pagar hingga rubuh. Petugas Satpol PP yang berjaga tak berdaya menghadapi massa yang emosi setelah mengetahui tak ada satu pun pejabat di kantor Bupati TTS yang berada di tempat.

Usai merubuhkan pagar, massa langsung bergerak menuju kantor Bupati TTS guna mengecek Bupati TTS, Egusem Piether Tahun di ruang kerjanya.

Beruntung, petugas Satpol PP bersama petugas kepolisian dari Polres TTS yang mengamankan aksi demo berhasil menghalangi massa tepat di pintu masuk lobi lantai dua kantor Bupati TTS.

Massa sempat terlibat saling dorong dan perdebatan dengan petugas satpol PP yang kukuh tak mengijinkan masuk massa Pendemo. Massa sempat bertanya dimana keberadaan Bupati Tahun, namun tak ada satu pun petugas satpol PP yang mengetahui dimana keberadaan Bupati Tahun. Hal ini semakin membuat massa geram. Bagaimana bisa tidak ada satu pun pejabat yang berada di kantor Bupati TTS.

Setelah dilakukan dialog yang difasilitasi oleh Kabag OPS Polres TTS, akhirnya disepakati Satpol PP akan mencoba menghubungi pejabat daerah yang bersedia bertemu dengan massa pendemo.

Massa lalu bergerak menuju kantor DPRD TTS guna mempertanyakan alasan dibalik tidak dikerjakannya jalan Bonleu.

Untuk diketahui, Bupati Tahun sudah dua kali tidak menemui massa Pendemo. Sebelumnya pada aksi demo peringatan hari sumpah pemuda, Kamis 28 Oktober 2021 di Kabupaten TTS, Bupati Tahun juga tidak menemui massa pendemo dari Pospera TTS, IKMABAN TTS dan Stakas Arastamar Soe karena tidak berada di kantor Bupati.

Dalam pernyataan sikap yang diterima SUARA TTS.COM, massa pendemo menuntut :

1. Mendesak Bupati TTS segera melakukan tender proyek pekerjaan jalan desa Bonleu.

2. Mendesak Bupati TTS segera menyelesaikan janji bohong dan keputusan administrasi yang merugikan rakyat TTS.

3. Jika Bupati dan wakil Bupati TTS tidak melaksanakan 2 point di atas, maka pemerintahan Tahun-Konay diminta segera mundur dari jabatan 4. Jika Bupati dan wakil Bupat TTS tidak mundur dari jabatan, maka DPRD TTS segera lakukan Inpedsmand untuk turunkan Bupati dan Wakil Pati dan Jabatannya.

Gagal bertemu dengan Bupati Tahun, massa pendemo diterima oleh DPRD TTS di ruang Paripurna DPRD TTS. Di tengah dialog, Wakil Bupati TTS, Jhony Army Konay datang mengikuti dialog tersebut.

Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau mengatakan, usai menerima aspirasi dari massa pendemo, pada Jumat 11 Maret mendatang, DPRD TTS akan menanyakan secara langsung kepada Bupati Tahun alasan mengapa item pekerjaan jalan Bonleu tak masuk dalam dokumen APBD Tahun 2022.

Pasalnya, pada pembahasan tingkat Banggar, DPRD TTS telah menyetujui item anggaran tersebut.

” Jumat saat paripurna kita akan langsung bertanya kepada Pak Bupati. Karena jujur saja, setahu kita (DPRD) anggaran itu sudah kita setujui di tingkat Banggar,” ungkap Marcu.

Ket Foto. Nampak Massa Pendemo saat audience dengan DPRD TTS

Dirinya berharap, Pemda TTS bisa secepatnya mengerjakan pekerjaan jalan tersebut sehingga polemik jalan Bonleu bisa selesai. Selain itu, jika jalan Bonleu tidak dikerjakan, maka ada kemungkinan masyarakat bisa menutup sumber air Bonleu akan berdampak pada terganggunya pasokan sumber air untuk pelanggan air PDAM.

” Kalau kita terus membuat polemik, kasihan masyarakat Bonleu, kasihan masyarakat kota Soe. Jadi kita berharap agar Pemda bisa segera mengerjakan jalan Bonleu tersebut,” pintanya.

Wakil Bupati TTS, Jhony Army Konay mengucapkan terima kasih kepada Pospera dan Araksi yang telah memperjuangkan hak rakyat. Ia mengaku, hatinya pun juga ingin memperjuangkan hak masyarakat tersebut.

Oleh sebab itu, dirinya hadir menemui massa pendemo bukan mewakili Bupati, tetapi karena kepeduliannya terhadap persoalan jalan Bonleu.

Aspirasi yang disampaikan massa pendemo akan dijadikan catatan kritis yang akan disampaikan kepada Bupati.

Seharusnya, apa yang sudah menjadi kesepakatan dengan DPRD itu yang harus dijalankan.

” Saya kira menjadi suatu hal yang tabu jika melakukan sesuatu di luar kesepakatan dengan DPRD. Apa yang menjadi Aspirasi ini menjadi catatan yang akan saya sampaikan kepada Bupati,” pungkasnya.

Di saat massa pendemo mendatangi kantor bupati, Bupati Tahun sendiri ketahui dari postingan di group Bupati TTS 2019-2024 sedang melihat secara dekat sumber mata air Jati Nanan RT/RW 001/001 Dusun Oepula Desa Nulle Kec. Amanuban Barat.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.