oleh

Marthen Tualaka Berikan Apresiasi Untuk Masyarakat Bonleu dan Pemda TTS

-Berita, Politik-156 Dilihat

Ket. Foto: Ketua Fraksi Hanura DPRD Kabupaten TTS, Dr. Marthen Tualaka

Laporan Reporter SUARA TTS .Com

 

SUARA TTS .COM | SOE – Ketua Fraksi Hanura DPRD TTS, DR. Marthen Tualaka memberikan apresiasi yang tinggi kepada pemda TTS dan masyarakat Bonle’u yang sudah melakukan rekonsiliasi hubungan sehingga air Bonleu bisa kembali mengalir ke Kota Soe.

Pasalnya bicara terkait air Bonleu, sudah menyangkut kepentingan masyarakat TTS khususnya masyarakat Kota Soe.

” Kita berikan apresiasi buat Pemda TTS dan juga masyarakat Bonleu yang sudah mau melakukan rekonsiliasi hubungannya sehingga air Bonleu bisa kembali mengalir ke Kota Soe.

Hal ini tentunya menjadi kabar bahagia bagi masyarakat Kota Soe yang selama ini mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih,” ungkap Dr. Marthen Tualaka kepada SUARA TTS. COM, Kamis 18 November 2021.

Dalam pelepasan kembali air Bonleu tersebut lanjut Marthen, kedua pihak telah membangun komitmen bersama.

Oleh sebab itu, dirinya berharap, baik Pemda maupun masyarakat Bonleu bisa menjalankan komitmennya yang sudah dibangun bersama.

” Pasca air kembali mengalir, kita berharap kedua pihak bisa menjalankan komitmennya dengan baik sehingga masalah ini tidak kembali terulang,” pintanya.

Kepada PDAM, Dr. Marthen Tualaka mendorong agar pihak manajemen melakukan pemerataan pelayanan. Karena saat ini menurutnya belum ada pemerataan pelayanan.

“Ada rute yang air keluar 24 jam, ada rute yang keluar dua kali seminggu, ada juga yang hanya seminggu sekali.Ini yang harus dibenahi. Apa lagi saat ini tarif air sudah naik maka harus diikuti dengan peningkatan pelayanan air kepada konsumen,” imbaunya

Marthen juga memberikan apresiasi kepada IAKN Kupang yang telah memfasilitasi terwujudnya rekonsiliasi hubungan pemerintah dan masyarakat Bonle’u.

Kehadiran IAKN Kupang dalam penyelesaian kasus Bonleu merupakan perwujudan nyata dari Tri Darma Perguruan Tinggi.

” Perguruan tinggi harus hadir di tengah-tengah masyarakat termasuk menyelesaikan persoalan masyarakat. Kepekaan sosial harus dimiliki, jangan hanya bicara teori saja. Saya memberikan apresiasi atas aksi nyata yang dilakukan oleh IAKN Kupang,” pungkas Dr. Marthen Tualaka.

Diberitakan sebelumnya, Kerinduan masyarakat Kota Soe untuk bisa kembali menikmati air Bonleu akhirnya terjawab sudah. Setelah menunggu sebulan lebih 6 hari, Air Bonleu yang dinanti akhirnya bisa tiba di Kota Soe.

Konflik Bonleu yang berujung pada penutupan sumber air Bonleu membuat warga Kota Soe menjerit karena kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.

Upaya pemerintah daerah untuk mencari sumber air pengantin Bonleu pun belum mampu menggantikan posisi Air Bonleu dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga Kota Soe.

Warga Kota Soe terpaksa harus mengeluarkan uang tambahan untuk membeli air, baik yang dijual per jirgen, Viber atau dijual per tangki. Besarnya uang yang harus dikeluarkan untuk membeli air membuat masyarakat menjerit sengsara.

Jeritan warga Kota Soe ini ternyata didengar oleh Dr. Harun Y. Natonis S.Pd., M.Si, Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang. Dr. Harun yang prihatin dengan Konflik Bonleu terpanggil untuk memediasi penyelesaian konflik tersebut.

Satu persatu pihak yang berkonflik ditemuinya, mulai dari tokoh masyarakat adat di Bonleu, Ketua Araksi, Alfred Baun, aktivis Aleta Baun hingga Bupati TTS, Egusem Piether Tahun.

Niat tulusnya berbuah manis, hari ini, Kamis 18 November 2021, air Bonleu tiba di Kota Soe. Kerinduan masyarakat Kota Soe akhirnya terjawab sudah.

Kepada SUARA TTS .COM, Dr. Harun mengaku, senang dan berterima kasih kepada para usif, amaf dan masyarakat Bonleu yang mau merendahkan hatinya untuk berpikir dan melihat masyarakat Kota Soe yang kesulitan air bersih. Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian masalah Bonleu yang berujung pada pelepasan kembali air Bonleu ke Kota Soe. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.