oleh

Mantan Kades Sebut Ada Permainan Politik Dibalik Penghentian Pilkades Tubuhue

-Berita-264 Dilihat

Ket Foto : Kantor Desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat

Laporan Reporter SUARA TTS .Com

SUARA TTS .COM | SOE – Mantan Kepala Desa Tubuhue dua periode, Melkias Nenotek menyebut adanya permainan politik dibalik penghentian pelaksanaan Pilkades Tubuhue.

Permainan politik itu dilakukan guna menjegal langkahnya untuk bertarung kembali dalam Pilkades tersebut.
” Saya tahu ada permainan politik biar saya tidak maju. Mereka takut karena saya maju. Makanya mereka upayakan untuk batalkan Pilkades tahun ini,” ungkap Melkias kepada SUARA TTS .COM, Selasa 16 November 2021.

Dari enam bakal calon yang mendaftar, panitia harus mencoret satu bakal calon, karena maksimal calon kepala desa yang maju hanya lima calon.

Melkias mengaku, panitia Pilkades kesulitan untuk mencoret dirinya karena dari segi kriteria pendidikan dan pengalaman kerja, dirinya memenuhi syarat.
” Mereka mau coret saya bagaimana, saya ijazah pendidikan ada, pengalaman kerja jelas, dua Periode kepala desa, pernah sekertaris desa dan pernah BPD. Makanya terakhir Pilkades batal digelar tahun ini,”jelasnya.

Ketua Komisi 1, Uksam Selan menilai pembatalan Pilkades Tubuhue terlalu terburu-buru.

                                                        Ket Foto : Ketua Komisi I DPRD TTS, Uksam Selan

Pasalnya sesuai jadwal, batas akhir pengaduan baru pada tanggal 18 November 2021. Dirinya bertanya-tanya ada apa di balik putusan yang terburu-buru ini.

Oleh sebab itu, Besok Komisi 1 DPRD Kabupaten TTS akan menggelar rapat klarifikasi dengan Dinas PMD terkait putusan pembatalan Pilkades Tubuhue tersebut.

” Ada apa ini, kok buru-buru sekali keluarkan statement kalau Pilkades Tubuhue dibatalkan dan ditunda tahun depan,” tanya Uksam.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kadis PMD) Kabupaten TTS, Nikson Nomleni, belum berhasil dikonfirmasi SUARA TTS .COM. Dihubungi via telepon maupun pesan WhatsApp belum dijawab.

Dilansir dari Lensa NTT, Tokoh Masyarakat Desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat menginginkan calon kades yang juga  incumbent tidak diperbolehkan untuk ikut lagi.

                                                        Ket Foto : Kepala Dinas PMD TTS, Nikson Nomleni

Kadis PMD, Nikson Nomleni mengatakan, bahwa khusus Desa Tubuhue yang gagal, akan ditunda ke tahun 2022. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.