oleh

Laut Kolbano Ngamuk, Remaja Asal Kupang Jadi Korban

-Berita-2725 Dilihat

Ket Foto. Nampak Saat warga hendak melakukan evakuasi korban yang tenggelam 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE- Pantai Fatuun , Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS ) menelan korban. Kali ini Christian Galang Koten (13) warga RT 033/RW 07 Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo Kota Kupang terseret ombak, tenggelam hingga meregang nyawa.

Christian bersama 7 orang keluarganya merupakan warga Kota Kupang datangi tempat Wisata Fatuun Kolbano untuk berwisata pada Minggu 3 Juli 2022.

Kapolsek Kolbano, Ipda Ahmad Subaidi kepada menjelaskan, pada Minggu (3/7/2022) pukul 07.00 WITA korban bersama 7 orang lainya datang ke Pantai Fatu’un untuk berwisata.

Setiba di Pantai Fatuun Kolbano, sekira pukul 10.50 wita rombongan datang dan langsung bermain bola di pinggir laut Spaha.
Pukul 11.30, Ratna Tampubolon memanggil anak-anak yang dibawanya yang sedang bermain bola kaki untuk makan siang.

Usai makan siang, anak-anak kembali bermain air laut dan sekitar pukul 12.50 WITA korban bersama 2 orang temanya bermain air yg mengalir dari kali Spaha.

Pada saat bermain, arus kali membawa korban dan bertepatan ombak datang sehingga menyeret korban ke dalam laut. Korban sempat berenang berusaha menyelamatkan diri sembari dibantu para warga sekitar menggunakan tali senar.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil, sebab saat itu ombak masih tinggi sehingga masyarakat kesulitan menolong korban dan korban sempat berusaha diselamatkan selama 1 jam lebih. Tepat pada pukul 13.55 korban berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan ke puskesmas Kolbano.

Dari hasil olah TKP oleh anggota Polsek Kolbano, korban pada saat itu bermain air bersama dengan 4 orang temannya yakni Roni Gultom, Iwan Gutom, Bernard Gutom dan Ivan Alfonsus Bairema.

“Korban mulai terseret arus sungai dan digulung oleh ombak Pantai Fatuun sekitar pukul 12.50 Wita. Jarak titik korban bermain air ke bibir pantai 3 meter. Jarak korban terseret ombak dan tenggelam sekitar 40 meter”Ujarnya.

Korban ditemukan dan dievakuasi oleh petugas Kepolisian dan dibantu masyarakat sekitar dari tempat tenggelam ke korban ditemukan 150 meter. Pada saat korban ditemukan dan dievakuasi korban sempat dilakukan pertolongan pertama dgn EKG namun tidak ada respon, kemudian korban dibawa ke Puskesmas Kolbano untuk penanganan medis.

Ket Foto.Nampak Korban saat berada di puskesmas Kolbano 

Hasil visum et repertum luar yang dilakukan Kepala Puskesmas Kolbano Noima Solle bersama Bidan Gelora Sinaga, Perawat Trifania Bria, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan korban diduga kuat murni meninggal akibat tenggelam dimana pada tubuh korban tidak di temukan tanda kekerasan dan pada mulut korban mengeluarkan banyak cairan.

Saksi mata adalah kerabat korban yakni Humiras Gultom (61) Warga RT 33/RW 07, Oebopo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Ratna Tampubolon, Roni Gultom (16), Iwan Gultom (13), Bernad Gultom (9), Ivan Alfonsus Bairema (14), Warga Tofa dan Nelis Nifu (48) warga RT 22/RW 10 Oepura Kupang.

Atas kejadian tersebut, keluarga menerima kematian korban karena kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa dan menolak untuk dilakukan otopsi atau bedah mayat serta tidak akan melanjutkan ke proses hukum.

Pihak keluarga menerima kematian korban dan bersedia memakamkan korban secara agama dan tata cara adat keluarga. Pihak keluarga juga tidak akan melanjutkan keproses hukum dan bersedia membuat pernyataan penolakan korban dilakukan otopsi atau bedah mayat.(Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar