oleh

Kurang Komunikasi, Terjadi Saling Rampas Jenasah ASN di TTS.

-Berita-156 Dilihat

Ket Foto. Nampak suasana jalan macet akibat terjadi saling rampas Jenasah.

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS.COM | SOE- Jenazah almarhum Juanda Kause.S.IP, salah seorang Kepala Bidang di Dinas Pariwisata Kabupaten TTS tertahan 1 jam sejak pukul 11:45 hingga pukul 12:45 wita Senin (05/04/2022) di jalan Trans Timor Raya Kota SoE akibat terjadi  saling rampas antara Keluarga Liu dan Keluarga Kause.

Terpantau, kemarin siang situasi di jalan Trans Negara Timor Raya macet total. Suasana cukup ricuh dan terjadi saling dorong hingga nyaris baku hantam tepatnya di pertigaan jalan masuk Kantor Pospol Kota Soe.Transportasi anngkutan kota yang melintas jalur tersebut terpaksa dialihkan melalui jalur alternatif .

Situasi berhasil aman ketika aparat Polres TTS yang dipimpin Kasat Samapta, AKP David Neto dan Kasi Propam Ipda Sadokh Lubalu serta anggota turun ke TKP dan membubarkan paksa masa pada pukul 11:45 Wita.

Massa kemudiaan bubar dan jenazah diarahkan masuk ke rumah tua keluarga Kause yang terletak di Kampung Aman untuk disemayamkan selama dua jam.

Jenazah kemudian dilanjutkan ke kediaman almarhum di Kelurahan Nunumeu untuk disemayamkan dengan pengawalan ketat Aparat Polres TTS .

Marten Liu, mertua almarhum mengaku situasi menjadi ricuh karena tidak ada saling komunikasi setelah alamarhum Juanda Kause menghebuskan napas.

” Tidak ada komunikasi baik antara dua keluarga yakni keluarga Kause dan Keluarga Liu sehingga Jenazah disemayamkan semalam di rumah mertua di Kelurahan Sikumana Kota Kupang dan hari ini Senin (04/04/2022) jenazah baru diantar ke Kota SoE. Sampai disini terjadilah saling rampas dan saling tuding antara dua pihak”, ujarnya.

Liu mengaku jika sebagai orang tua atau mertua almarhum, dirinya mengikuti saja arahan anaknya Yeni Liu dan keluarga besar Liu di Kota SoE yang mana jenazah dari Kupang langsung ke rumah almarhum dan istri di Kelurahan Nunumeu. Sehingga setelah tiba di Kota SoE,massa dari Keluarga Liu menghadang. Karna itu pihaknya mengikuti saja biar tidak jadi ricuh.

Sementara itu Jina Kause (70) Oma kandung didampingi paman Almarhum, Son Lay tegas mengatakan bahwa almarhum hidup besar bahkan meraih keberhasilan ditangannya.

Bahkan almarhum selama ini dipercayakan sebagai ketua koordinator rukun Kampung Aman, Jemaat Efata SoE sehingga jenazah almarhum harus mampir sebentar.

“Tetangga dan jemaat yang ada ingin melayat sehingga kita minta mampir sebentar baru dibawah ke Nunumeu.’ Ujarnya.

Jhon Liu, salah satu keluarga dari istri almarhum mengaku jika persoalan saling rampas terjadi karena sebelum jenazah dibawah dari kupang tidak ada kesepatan bersama antara keluarga Kause dan Keluarga Liu.

“Ini tejadi gesekan hingga situasi menjadi kacau balau di jalan umum karna tidak ada kesepakatan sebelumnya “,ujar Jhon.(Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.