oleh

Korban Dugaan Penganiayaan Oleh Wakil Bupati TTS Enggan Berdamai

-Berita, Hukrim-459 Dilihat

Ket Foto. Yaner Sesfao,saat melaporkan dugaan penganiyaan di polres TTS.

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS.COM | SOE – Yanner Sesfao, korban dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Wakil Bupati TTS, Jhony Army Konay mengaku enggan menempuh jalur damai untuk menyelesaikan persolan tersebut. Ia ingin agar persoalan tersebut dituntaskan secara hukum.

” Kakak, kalau hanya marah atau maki saya masih bisa terima. Ini sampai pukul ini yang saya tidak terima. Makanya saya tidak mau damai. Laporan sudah di tangan pihak ke polisian biarkan berproses saja,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun SUARA TTS dari sumber terpercaya, ada beberapa utusan yang sudah mendekati korban dan keluarga untuk menyelesaikan persolan tersebut secara jalur damai. Tetapi pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada korban. Hingga saat ini korban masih enggan untuk berdamai. Korban masih bulat untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara hukum.

Ada juga utusan pihak tertentu, yang disebut sumber, menyampaikan pesan kepada pihak keluarga untuk tetap melanjutkan proses hukum.

” ada yang datang usaha mau damai, ada juga yang datang dukung untuk lanjut terus,” sebut sumber tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten TTS, Jhony Army Konay dipolisikan oleh Yanner Sesfaot karena diduga melakukan aksi penganiayaan. Mirisnya, aksi tidak terpuji tersebut terjadi di rumah jabatan wakil bupati TTS, Rabu 2 Maret 2022 sore.

Sebelum menganiaya korban, Wabup Army disebut sempat memaki lalu mendaratkan dua kali pukulan ke wajah korban.

Tak terima dengan perlakuan sang Wabup tersebut, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres TTS guna diproses sesuai aturan hukuman yang berlaku.

Kejadian penganiayaan ini menurut

Yaner, sebagai buntut dari peristiwa pada Selasa 1 Maret 2022. Dimana mobil ambulance yang dikendarai korban sempat ditabrak oleh mobil DH 2 yang dikendarai sendiri oleh Wabup Army.

Mobil korban sendiri sebenarnya sedang parkir di area pertokoan, namun ditabrak oleh mobil DH 2 yang mengenai samping kiri bagian belakang mobil. Akibat tabrakan tersebut, bagian belakang mobil ambulance lecet, bahkan bember belakang sempat terlepas. Sedangkan mobil DH 2 mengalami lecet bagian depan sebelah kiri.

Usai kejadian korban sebenarnya langsung turun dan meminta maaf kepada pelaku. Namun pelaku meminta korban untuk memberitahu kepada Kepala Puskesmas agar mengganti kerusakan mobilnya. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.