oleh

Kisah Tragis Warga Binaan, Disuruh Minum Air Kencing, Hingga Ditelanjangi

-Berita, Hukrim-157 Dilihat

Ket. Foto (Kompas.com/Yustinus Kusuma):  Narkotika Kelas II A Yogyakarta.

Laporan Reporter SUARA TTS .Com

SUARA TTS .COM | SOE – Mantan warga binaan Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta menceritakan kisah penyiksaan yang tidak manusiawi saat menjalani masa hukuman dalam acara Mata Najwa, Kamis 18 November 2021. Mulai dari dipukuli, makan pepaya busuk, disuruh mengkonsumsi air kencing, hingga ditelanjangi dialami oleh warga binaan kasus Narkoba.

Siksaan tersebut, tidak hanya meninggalkan bekas luka, tapi juga meninggalkan trauma yang mendalam.

Vincentius Titih Gita Arupadatu, mantan warga binaan menceritakan, sejak awal masuk ke dalam Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta pada 26 April, dirinya sudah mengalami penyiksaan.

Dirinya disuruh membuka pakaian lalu dihajar menggunakan selang. Tak hanya itu, ia bersama warga binaan baru lainnya disuruh mengkonsumsi pepaya busuk. Tak hanya dagingnya, kulit dan biji pepaya pun harus ditelan.

Karena tidak kuat menelan pepaya busuk tersebut, dirinya memuntahkan kembali pepaya tersebut.

Oleh petugas Lapas, ia disuruh untuk memakan kembali muntahan tersebut.
” Muntahan pepaya busuk itu, harus saya makan kembali. Saya tidak mengambil muntahan itu menggunakan tangan, tapi disuruh langsung menggunakan mulut,” kisah Vincentius yang membuat Nadjwa geleng-geleng Kepala.

Kisah Vincentius ternyata belum seberapa. Kisah yang lebih tragis dialami Yunan Efendi. Karena ketahuan membawa handphone, ia dibawa ke ruang registrasi untuk disiksa oleh petugas Lapas.

Awalnya, ia disuruh untuk melepaskan seluruh pakaiannya. Ia lalu mengikuti dua kali tes urine, dan hasilnya negatif.
Walau hasilnya negatif, Yunan tetap disiksa oleh kurang lebih 15 petugas lapas. Awalnya, ia dipukuli dan diinjak-injak oleh petugas Lapas.

Tak puas, petugas Lapas lalu menyuruhnya untuk meminum air kencingnya (urine), namun ditolak. Karena ditolak, ia lalu kembali mengalami penyiksaan.

Petugas Lapas lalu menyuruhnya untuk mencuci mukanya dengan menggunakan air kencing namun kembali ditolak hingga ia kembali disiksa.
” Karena saya tidak mau minum air kencing saya, tidak mau cuci muka pakai air kencing, saya kembali mengalami penyiksaan.Oleh salah satu oknum petugas, air kencing itu lalu disiram ke wajah saya,” kisah Yunan.

Usai mengalami penyiksaan tersebut, Yunan lalu ditempatkan di sel isolasi selama kurang lebih 10 bulan.
Para mantan warga binaan Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta ini lalu melaporkan kasus penyiksaan tersebut kepada Komnas HAM, Ombudsman dan LPSK. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.