oleh

Kisah Mama Osa, Susah Bernafas Akibat Benjolan Menutupi Lubang Hidung.

-Berita-224 Dilihat
Ket Foto : Osa Maria Tlonaen

Laporan Reporter SUARA TTS .COM

Suara TTS .COM – Osa Maria Tlonaen (44 Tahun) ,Warga RT 20/RW 09, Desa Oebelo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengalami susah bernafas akibat benjolan dalam lubang hidung (Granuloma Canalis).

Hari demi hari ia jalani penuh penderitaan namun ada kerinduan untuk bisa berobat suatu waktu.

Kerinduan tersebut akhirnya terjawab setelah belasan tahun menanti dalam pengharapan. Ya,melalui Yayasan Berbagi Kasih (YBK) TTS, Osa Maria Tlonaen akhirnya didampingi untuk pengobatan medis.

Mama Osa,begitu ia disapa kepada Suara TTS .com, Selasa 9 November 2021 mengisahkan kurang lebih sudah belasan tahun mengalami penyakit tersebut.

Awalnya timbul benjolan dalam lubang hidung dan seiring berjalannya waktu benjolan tersebut makin membesar hingga menutupi lubang hidung. Sejak saat itulah dirinya mulai mengalami susah bernafas.

Bahkan akhir akhir ini benjolan tersebut mengeluarkan darah dan cairan putih.
“Saya susah bernafas apalagi malam kalau tidur. Tapi mau bilang apa, saya pasrah saja”ujarnya.

Tak menyerah dengan keadaan, Mama Osa tetap melakukan aktivitas sehari seperti masak dan mengurus anak dan cucunya.

Meski mengakui sejak benjolan mengeluarkan darah dan cairan putih, sanak famili dan tetangga mulai jarang berkunjung ke rumahnya  akibat jijik dengan keadaannya.

Sang suami,Yusak Taek kepada suara TTS .Com mengaku sudah pernah membawa istrinya berobat sampai ke rumah sakit namun hanya berobat biasa karna sakit istrinya harus ada tindakan operasi.
Karna itu mereka sepakat untuk pulang dan berobat menggunakan obat kampung.

                                                    Ket Foto : Osa Maria Tlonaen Bersama Suami, Yusak Taek.

Dengan kondisi ekonomi yang serba pas bahkan kurang,ia dan istri hanya bisa pasrah berdoa dan pasrah.

“Kami mau berobat juga tapi dengan kondisi ekonomi seperti ini tidak mungkin. Mau naik ojek ke Soe saja susah apalagi berobat”,ujar pria yang sehari harinya  berprofesi sebagai petani ini.

Ketua Yayasan Berbagi Kasih (YBK) TTS,Erna Manafe yang mengunjungi keluarga Yusak Taek mengatakan pihak YBK siap mendampingi mama Osa untuk berobat.

Dikatakan,dirinya mendapat informasi dari kerabat terkait penyakit yang dialami oleh Mama Osa.

Setelah melakukan penelusuran akhirnya bisa bertemu keluarga untuk melakukan komunikasi berupa edukasi memberikan pemahaman tentang penyakit yang dialami perlu ada  penanganan medis.

“Kita merasa sangat prihatin dengan kondisi mama Osa yang mengalami susah bernafas.
Karna itu kita berikan advokasi dan puji Tuhan mereka mau untuk berobat”,ujar Erna.

Mama Osa pun kemudian dirujuk dari Puskesmas Panite ke RSUD Soe dan selanjutnya mendapat rujukan lagi menuju RS Siloam Kupang untuk pengobatan.

                                                  Nampak Ketua Yayasan Berbagi Kasih TTS,Erna Manafe Saat Mendampingi Mama Osa di Puskesmas Panite.

 

Dikatakan Erna, YBK siap mendampingi hingga pengobatan sampai tuntas.
“Kita akan dampingi berobat dan segala biaya yang timbul akan ditanggung oleh YBK”,jelas wanita konsen pada hal kemanusiaan ini.

Lebih lanjut menurut Erna, keluarga pasien hanya menyetujui selanjutnya pihak yayasan mengurus segala hal yang berkaitan dengan pengobatan hingga tuntas.

“Saat ini mama Osa sudah rawat inap di RS Siloam dan akan menjalani pemeriksaan untuk tindakan pengobatan selanjutnya. Relawan kita tetap standbay”,Tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.