oleh

Kembangkan Kultur Jaringan, SMKN I Soe Gandeng BDSP Nekmese

-Berita-105 Dilihat

Ket Foto: Nampak Suasana Penandatanganan MOU Antara BDSP Nekmese dan SMK Negeri I Soe

 

Laporan Reporter SUARA TTS

 

SUARA TTS|SOE-  SMK Negeri I Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) satu satunya sekolah yang memiliki Laboratorium kultur jaringan namun belum dikembangkan.

Karna itu pihak sekolah bekerja sama dengan Bisnis Development Service Provider (BDSP) Nekmese untuk pengembangan kultur jaringan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU),Rabu 13 Oktober 2021 bertempat di ruang kepala sekolah setempat.

Usai penandatanganan MOU, Kepala sekolah Eduard Alle,S.Pd kepada suaratts.com mengatakan salah satu tujuan kerja sama adalah untuk  peningkatan mutu pendidikan khususnya kultur jaringan.

Pihak sekolah ujar Edu, menyiapkan laboratorium sedangkan BDSP siapkan tenaga ahli.

Dengan adanya kerjasama tersebut ia berharap outputnya untuk anak anak dan guru yang mana bisa memacu anak untuk belajar kultur jaringan krna  selama ini minat siswa kurang pada bidang tersebut.

“Kita harap kerja sama berjalan baik dan tentu lewat pengembangan yang dilakukan bisa menarik minat orang masuk keahlian kultur jaringan.Kita kembangkan potensi siswa siswi melalui kultur jaringan”,ujarnya

Diharapkan kerja sama tidak hanya sebatas pada satu keahlian namun juga pada keahlian lainnya yang mana di SMK Negeri I Soe terdapat 11 keahlian.

Siswa yang disipakan untuk pengembangan kultur jaringan adalah siswa kelas 12 dan 13 dan saat ini 7 orang siswa telah disiapkan.

Humas SMK N I Soe, Eti Y.Markus,SP.MP sangat menyambut baik kerjasama tersebut karna BDSP dianggap sebagai lembaga yang programnya sinkron dengan SMK N 1 Soe.

Karna itu perlu ada MOU agar menciptakan anak anak yang unggul dan terampil dalam bidang pertanian dan  tentunya bisa laku di dunia industri.

Sementara itu Ketua BDSP Nekmese, Jhys Baok mengatakan pihaknya mau bekerja dengan maksud agar bisa transfer ilmu kepada siswa khusus jurusan kultur jaringan dan pembuatan pupuk Takasi.

Selain itu juga untuk mengajari siswa menciptakan lapangan kerja saat lulus sekolah.Diharapkan ilmu yang dibagi bisa diaplikasikan nantinya.

“Semoga kedepan siswa tetap bekerja dan hasilkan pupuk yang bisa  mendatangkan  income.Kalau bisa sekolah jadi pusat belajar kultur jaringan”,harap jhys.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.